Bukan Soal Kelembagaan, Kriminolog Ungkap Permasalahan yang Membelenggu Polri

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Usulan institusi Polri di bawah kementerian atau lembaga terus menjadi perbincangan hangat di publik.

Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Bagus Sudharmanto merespons perbincangan hangat di publik tersebut.

Ia menilai keputusan DPR semakin mempertegas posisi Institusi Polri tetap berada di bawah Presiden RI.

“Yang dibutuhkan adalah perubahan nilai, pola pikir, dan budaya kerja anggota Polri, karena persoalan utama bukan kelembagaan, tapi pada perilaku dan moral aparat,” kata Bagus kepada awak media, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Usai ketetapan itu, Sudharmanto menjelaskan Polri membutuhkan reformasi kultural di tubuhnya.

Hal itu dapat dimulai dari perbaikan maksimal kurikulum pendidikan kepolisian dengan menambahkan nilai-nilai penghormatan terhadap hak asasi manusia dan demokrasi.

Menurutnya reformasi yang dibutuhkan adalah memperkuat kontrol eksternal yang independen semisal adanya pengawas sipil yang memiliki kewenangan membenahi sistem internal lewat transparansi penanganan pelanggaran.

Selain itu, lanjutnya, menggeser budaya kerja dari pendekatan kekuasaan ke procedural justice atau adil, terbuka, dan menghormati warga. 

Ditambah profesionalisme berbasis merit, pembatasan diskresi yang rawan disalahgunakan, dan respons cepat terhadap kritik publik, termasuk di ruang digital.

“Kalau hal ini jalan, kepercayaan tumbuh bukan karena Polri di bawah siapa, tapi karena publik merasa diperlakukan adil dan aman,” ujar Sudharmanto.

Sudharmanto memberi contoh jika ada kasus polisi melakukan kekerasan saat penanganan demonstrasi bukan sekedar klarifikasi internal semisal rekaman body cam bagi para personel yang diturunkan.

Pada sektor lalu lintas, kepolisian harus diperketat mengenai tindakannya dengan memiliki alasan pasti saat menindak pelanggaran.

Selain itu, pasa posisi rekrutmen dan promosi lebih mengutamakan rekan jejak kinerja.

Sementara, kata Sudharmanto di ruang digital ketika ada kasus viral Polri merespons cepat dengan data dan empati, bukan defensif.

“Kalau warga melihat polisi transparan, mau dikoreksi, dan adil dalam hal kecil sekalipun, rasa aman dan kepercayaan itu tumbuh pelan tapi nyata,” pungkasnya.(raa)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dokumen FBI Sebut Donald Trump Pernah Peringatkan Polisi Soal Jeffrey Epstein
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
2 Pilot Pesawat Smart Air Tewas Ditembak KKB, DPR: Pengamanan Bandara di Papua Lemah!
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Mutasi 31 Kepala Kejaksaan Negeri: Surabaya hingga Gianyar
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Terungkap Alasan Reza Arap Enggan Umbar Foto Kebersamaan dengan Lula Lahfah, Kini Rutin Kirim Doa untuk Mendiang Kekasihnya
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Menteri Trenggono Skakmat Menteri Purbaya Soal Dana Pembangunan Kapal: Bersumber dari Pinjaman Inggris
• 16 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.