20 Ton Pestisida Terbakar Cemari Sungai Cisadane, Menteri LH: Mengalir Hingga 22.5 Km ke Hilir

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) gerak cepat menyelidiki kebakaran gudang PT Biotek Saranatama. Hasil penyelidikan awal, 20 ton bahan pestisida terbakar cemari sungai Cisadane.

Cairan pestisida yang bercampur air sisa pemadaman mengalir ke badan sungai dan menyebabkan pencemaran. Dampaknya pun luas.

Sejumlah biota akuatik ditemukan mati, mulai ikan mas, ikan baung, ikan patin, ikan nila, dan ikan sapu-sapu.

Menteri Lingkungan Hidup  Hanif Faisol Nurofiq, air sisa pemadaman yang tercampur bahan kimia itu mengalir ke badan sungai yang mengakibatkan sungai Cisadane tercemar sangat luas.

BACA JUGA:Gawat! Ikan Sungai Cisadane Tercemar Pestisida, Dikonsumsi Warga Malah Bikin Pusing

BACA JUGA:Ikan di Sungai Cisadane Mati Tercemar Pestisida, Warga: Kucing Sampai Gak Doyan!

"Kurang lebih 20 ton pestisida terbakar, dan air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia mengalir hingga mencemari sungai," ujar Hanif, Rabu, 11 Februari 2026.

"Kondisi ini sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat di sekitarnya," sambungnya.

Hanif bilang, pencemaran di Sungai Cisadane dilaporkan telah meluas hingga kurang lebih 22,5 kilometer. Meliputi wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. 

Sebagai tindak lanjut, KLH/BPLH melakukan pengambilan sampel air di bagian hulu dan hilir Sungai Cisadane, serta mengumpulkan sepuluh sampel ikan mati untuk diuji di laboratorium. 

BACA JUGA:Dugaan Pencemaran Cisadane Diselidiki, Begini Penjelasan Polres Metro Tangerang Kota

BACA JUGA:7 Fakta Sungai Cisadane Tercemar Pestisida Imbas Kebakaran Gudang Kimia BSD, Pasokan Air Bersih Terganggu hingga Ribuan Ikan Mati

Pemeriksaan lanjutan juga akan dilakukan terhadap air Sungai Jeletreng, air tanah, serta biota perairan lainnya dengan melibatkan ahli toksikologi.

"Kami akan mendalami kasus ini melalui serangkaian pengujian laboratorium dan kajian ilmiah," tegasnya.

Untuk sementara waktu, lanjut Hanif, pihaknya mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai agar tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenko Polkam Beri Penghargaan Terbaik IIPP 2025 ke PKS, Kholid: Kami Maknai sebagai Pengakuan Kinerja Kader
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Sinopsis Film Three Kingdoms: Starlit Heroes, Kisah Cao Cao di Akhir Dinasti Han Timur
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Belajar dari Duka Ledakan Kapal Nelayan Paotere, TNI AL Kodaeral VI Sosialisasikan Keselamatan Berlayar untuk Selamatkan Nelayan
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Mewujudkan Kedaulatan Emas
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penembakan Massal di Kanada: 10 Tewas
• 6 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.