FAJAR, JAKARTA — Nama Justin Hubner sempat menghiasi rumor bursa transfer klub-klub besar Liga Indonesia. Ia pernah dikaitkan dengan Persib Bandung, Persebaya Surabaya, hingga Persija Jakarta. Namun alih-alih pulang lebih cepat ke tanah leluhurnya, bek tengah Timnas Indonesia itu justru menunjukkan ledakan performa di Eropa.
Hubner kini menjadi sorotan setelah masuk jajaran bek tengah U-23 dengan jumlah sliding tackles terbanyak di tujuh liga top Eropa. Data tersebut dirilis platform statistik sepak bola internasional, DataMB, pada 9 Februari 2026.
Dalam daftar itu, bek Fortuna Sittard yang bermain di Eredivisie mencatat rataan 1,01 sliding tackles per laga. Angka tersebut menempatkannya di posisi tiga besar—sejajar dengan Gerard Martin dari Barcelona.
Catatan tersebut bukan sekadar angka. Hubner bahkan mampu mengungguli sejumlah nama dari klub-klub elite Eropa. Bek muda Real Madrid, Raul Asencio, tercatat memiliki rata-rata 0,87. Sementara Ayden Heaven dari Manchester United berada di angka 0,75 per laga.
Secara statistik, ini menjadi indikator agresivitas dan ketepatan intervensi Hubner dalam duel satu lawan satu. Sliding tackle bukan hanya soal keberanian menjatuhkan badan, tetapi juga soal timing, pembacaan arah bola, dan kecermatan membaca pergerakan lawan.
Di posisi teratas daftar tersebut, Brayann Pereira dari NEC Nijmegen memimpin dengan 1,2 sliding tackles per laga. Di bawahnya ada Abdukodir Khusanov—bek asal Uzbekistan yang kini memperkuat Manchester City—dengan 1,11.
Berikut daftar lengkap bek tengah U-23 dengan jumlah sliding tackles terbanyak di tujuh liga top Eropa versi DataMB:
Brayann Pereira (NEC Nijmegen): 1,2
Abdukodir Khusanov (Manchester City): 1,11
Gerard Martin (Barcelona): 1,01
Justin Hubner (Fortuna Sittard): 1,01
Raul Asencio (Real Madrid): 0,87
Sane (Metz): 0,85
Andres Castrin (Sevilla): 0,78
N. Banks (Augsburg): 0,77
Zeno Debast (Sporting): 0,77
Yarek Gasiorowski (PSV): 0,77
Jacobo Ramon (Como): 0,76
Ayden Heaven (Manchester United): 0,75
Goes (AZ Alkmaar): 0,72
N. Mendy (Rayo Vallecano): 0,7
Sangante (Le Havre): 0,67
Bagi publik Indonesia, pencapaian ini memiliki arti lebih dari sekadar statistik. Hubner adalah bagian penting dari generasi baru Timnas Indonesia yang tengah membangun reputasi di level Asia. Performanya di Eredivisie menjadi bukti bahwa pemain Indonesia—atau yang memiliki darah Indonesia—mampu bersaing di kompetisi Eropa.
Musim ini bersama Fortuna Sittard, Hubner semakin matang dalam aspek bertahan. Ia tak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga kecerdasan membaca permainan. Keberaniannya melakukan sliding tackle di momen krusial kerap mematahkan serangan lawan sebelum berkembang menjadi peluang berbahaya.
Konteks persaingan di Eredivisie juga patut diperhitungkan. Liga Belanda dikenal sebagai kompetisi yang memberi ruang bagi pemain muda untuk berkembang, namun tetap menuntut disiplin taktik dan intensitas tinggi. Dalam lingkungan seperti itu, konsistensi menjadi pembeda.
Ketika rumor sempat mengaitkannya dengan sejumlah klub Liga 1—mulai dari Persib, Persebaya, hingga Persija—banyak yang melihat kemungkinan kepulangannya sebagai langkah strategis. Namun perkembangan terbaru menunjukkan bahwa jalur kariernya masih kuat mengarah ke Eropa.
Bersaing dalam daftar yang juga dihuni pemain Real Madrid, Manchester United, Barcelona, dan Manchester City tentu bukan capaian biasa. Meski statistik sliding tackles bukan satu-satunya ukuran kualitas bek, angka tersebut menggambarkan karakter bertahan yang agresif dan berani mengambil risiko.
Bagi Timnas Indonesia, performa Hubner menjadi kabar positif. Bek tengah dengan pengalaman kompetisi Eropa dan mentalitas duel tinggi akan sangat berharga dalam menghadapi lawan-lawan dengan intensitas permainan cepat.
Ledakan performa ini sekaligus menjawab keraguan sebagian pihak yang sempat mempertanyakan konsistensinya. Hubner menunjukkan bahwa ia bukan sekadar prospek, melainkan pemain yang sedang membangun reputasi nyata di panggung Eropa.
Sementara rumor transfer mungkin akan terus datang, satu hal yang kini lebih menonjol adalah kontribusinya di lapangan. Dan untuk saat ini, Justin Hubner memilih membuktikan diri bukan lewat spekulasi, melainkan lewat tekel-tekel bersih yang mematahkan serangan lawan di kompetisi elite Eropa.





