JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah terus didorong meningkatkan produksi dalam negeri dalam industri pertahanan.
Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono yang mendorong pemerintah memiliki peran sentral dalam memperkuat industri pertahanan dalam negeri.
BACA JUGA:Wussh! F-16 dan Super Tucano Jajal Tol Terpeka Lampung untuk Take Off dan Landing!
BACA JUGA:Blibli Hadirkan Koleksi Fesyen Eksklusif Sambut Ramadhan dan Hari Raya 2026, Diskon hingga 75 Persen!
Hal ini perlu sebagai bagian dari strategi besar kemandirian nasional dan ketahanan negara.
"Sektor ini ditempatkan sebagai bagian penting dari upaya mewujudkan kemandirian bangsa, dengan dukungan kebijakan yang konsisten, anggaran yang berkesinambungan, serta sinergi antara BUMN, BUMS, dan sektor keuangan," katanya Rabu, 11 Februari 2026.
Menurutnya, dibutuhkan kebijakan strategis untuk meningkatkan industri pertahanan dalam negeri, antara lain konsistensi implementasi UU Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, khususnya terkait kewajiban penggunaan produk dalam negeri.
Kemudian optimalisasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada setiap pengadaan alutsista. Berikutnya, diperlukan Roadmap jangka panjang industri pertahanan nasional yang terintegrasi antara Kementerian Pertahanan, BUMN, swasta, dan lembaga riset.
Dibutuhkan pula insentif fiskal dan non-fiskal, termasuk kemudahan pajak dan dukungan riset dan pengembangan (R&D).
Selanjutnya, transfer of technology (ToT) yang terukur, bukan sekadar perakitan, tetapi penguasaan desain dan rekayasa.
BACA JUGA:Agenda Prabowo di Rapat Perdana BoP AS, Negosiasi Tarif Tetap Prioritas
BACA JUGA:Agenda Prabowo di Rapat Perdana BoP AS, Negosiasi Tarif Tetap Prioritas
Dave mengungkapkan dari sisi anggaran, dukungan pemerintah tidak hanya difokuskan pada belanja operasional, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat pengembangan industri pertahanan dalam negeri.
Skema pembiayaan baru mulai dijalankan melalui kerja sama antara pemerintah, BUMN, dan mitra swasta.
"Sejumlah proyek strategis seperti kapal perang, kendaraan tempur, dan pesawat angkut telah berjalan dengan pola pembiayaan campuran, sehingga semakin memperkokoh fondasi industri pertahanan nasional," katanya.
- 1
- 2
- »





