Densus 88: Radikalisme dan Ekstremisme Masih Jadi Tantangan bagi Keamanan Indonesia!

okezone.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Densus 88 Antiteror Polri menegaskan bahwa intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme masih menjadi tantangan nyata bagi keamanan Indonesia. Pasalnya, tahun 2025 sebagai titik balik migrasi besar pola rekrutmen dan aktivitas terorisme dari dunia nyata ke dunia maya.

Demikian disampaikan Kepala Densus 88 AT Polri Irjen Sentot Prasetyo yang diwakili Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, saat menghadiri acara “World Terrorism Index: Peluncuran dan Diskusi WTI 2025” di Gedung IASTH U, Kampus Salemba, Rabu (11/2/2026).

Mayndra menjelaskan, tren rekrutmen terhadap anak dan pelajar meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga :
Siswa SMP Kalbar Lempar Molotov di Sekolah, Densus 88: Terinspirasi Pelaku Luar Negeri

‘’Indonesia dinilai memiliki karakter kebijakan kontra-teror yang adaptif dan dinamis, yang terbukti efektif mengendalikan situasi,’’ujarnya.

Hal ini ditunjukkan dengan capaian Zero Attack atau nihil serangan teror selama tiga tahun berturut-turut.

‘’Meski demikian, Densus 88 tetap aktif melakukan penegakan hukum di sejumlah wilayah sebagai langkah preventive strike guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,’’pungkasnya.

Baca Juga :
Densus 88: Siswa SMP Pelempar Bom Molotov di Sekolah Anggota True Crime Community!

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut, pentingnya data berbasis riset guna mempertajam Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE).

‘’Hal ini agar kebijakan negara tetap relevan di tengah dinamika ancaman yang terus berubah,’' ujar Kepala BNPT Eddy Hartono yang diwakili Brigjen Pol Mochamad Rosidi.

Baca Juga :
Siswa SMP Sungai Raya Kalbar Lempar Molotov di Sekolah, Densus Beberkan Penyebabnya!

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia Nababan, menekankan membaca WTI 2025 sebagai sinyal kebijakan, bukan sekadar angka peringkat.

‘’Kami mengajak publik dan pemangku kepentingan memahami indikator yang diukur, tren pergerakannya, serta keterbatasannya agar diskusi berfokus pada mitigasi risiko berbasis bukti,’’tandasnya.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Transformasi Besar Pertamina: Rumah Sakit, Hotel, hingga Asuransi Masuk Rencana Pelepasan
• 5 jam laluskweezerzham
thumb
Toba Pulp Lestari (INRU) Beber Dampak Pencabutan Izin Pemanfaatan Hutan oleh Kemenhut
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kabar Mengejutkan Terbaru Penyanyi Denada, Dikabarkan Kini Punya 3 Anak Hingga Beberkan Faktanya
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
5 Tanda Pacar Ingin Putus
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Gandeng Tripatra, Pupuk Kaltim Selesaikan Revitalisasi Pabrik Amonia Tertua di Indonesia
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.