Lautan Manusia Padati Azadi Square Peringati 47 Tahun Revolusi Islam Iran

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Kota Teheran, Iran, berubah menjadi lautan manusia. Jutaan warga tumpah ruah ke jalanan utama ibu kota untuk menyambut hari paling bersejarah bagi bangsa tersebut, yakni peringatan 47 tahun kemenangan Revolusi Islam Iran. Pusat perayaan difokuskan di Azadi Square (Maidan Azadi), sebuah monumen ikonik yang secara simbolis menjadi titik temu rakyat Iran dalam setiap momentum bersejarah.

Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran, Ismail Amin, melaporkan langsung dari lokasi kejadian. Ia menggambarkan suasana di sekitar menara Azadi yang menjadi simbol kebebasan dan kemerdekaan Iran dari rezim monarki Dinasti Pahlavi yang tumbang 47 tahun silam.

"Saat ini saya sedang berada di Teheran, tidak jauh dari Maidan Azadi. Kita bisa melihat lautan massa sedang turun ke jalan. Mereka ingin menunjukkan bahwa sampai saat ini mereka masih percaya dengan Republik Islam Iran dan kepemimpinan negara," lapor Ismail Amin untuk Metro TV.
  Baca juga:
Iran Unjuk Kekuatan Rudal Balistik Jelang 47 Tahun Revolusi Islam
Ismail menjelaskan, kehadiran jutaan warga yang memadati jalanan Teheran membawa pesan politik yang kuat kepada dunia internasional, khususnya Barat. Partisipasi massal ini seolah menjadi antitesis terhadap narasi yang sering dibangun oleh media asing bahwa negara tersebut sedang berada di ambang kehancuran atau konflik internal.

Di tengah ancaman geopolitik dan tekanan sanksi, rakyat Iran justru tidak menunjukkan tanda-tanda kepanikan atau ketakutan. Sebaliknya, mereka turun ke jalan dengan wajah penuh keceriaan sembari mengibarkan bendera nasional.

"Kehadiran mereka membantah narasi bahwa Iran sedang dalam konflik atau kehancuran. Mereka menunjukkan kegembiraan, bukan kekhawatiran di tengah ancaman invasi. Ini menunjukkan kepada dunia bahwa Republik Islam Iran masih eksis dan berdiri kokoh," tambah Ismail.

Pesta Rakyat di Musim Dingin

Sejak Rabu pagi, denyut Kota Teheran terasa jauh lebih hidup dibandingkan hari biasa. Meskipun suhu udara musim dingin cukup menusuk tulang, antusiasme warga tidak surut sedikit pun.

Di sepanjang jalur utama menuju Azadi Square, spanduk-spanduk raksasa dan poster para tokoh revolusi menghiasi setiap sudut kota. Suasana perayaan ini juga didukung oleh solidaritas sosial yang tinggi. Puluhan posko didirikan oleh relawan, organisasi masyarakat, dan lembaga sosial di sepanjang rute pawai.

Posko-posko tersebut menyediakan teh hangat, makanan ringan, layanan medis darurat, hingga tempat beristirahat bagi peserta yang datang dari wilayah jauh. Suasana terasa sangat cair dan kekeluargaan, di mana banyak warga yang membawa serta anak-anak mereka. Lagu-lagu perjuangan revolusi yang akrab di telinga masyarakat Iran terus berkumandang dari pengeras suara, menambah semangat jutaan orang yang hadir merayakan kedaulatan bangsanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hakim MK Adies Kadir: Kita Mau Nasihati Apa, Refly Harun Dulu Biasa Nasihati Kita
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Penembakan Massal Guncang Sekolah di Kanada, 10 Orang Tewas
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Foto: Ojol Ikut Cek Kesehatan Gratis di Cilandak
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
BPS Serahkan Data 27 Ribu KK Calon Penerima Bantuan Rumah Rusak Bencana Sumatera
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pramono akui PJLP Bina Marga masih kurang untuk atasi jalan berlubang
• 35 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.