DUNIA hiburan berduka atas kepergian aktor James Van Der Beek. Bintang serial legendaris Dawson's Creek tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (11/2), dalam usia 48 tahun. Kepergiannya terjadi tiga tahun setelah ia pertama kali didiagnosis menderita kanker kolorektal (usus besar).
Meski berjuang melawan penyakit berat, Van Der Beek menunjukkan ketegaran luar biasa hingga akhir hayatnya. Dalam penampilan publik terakhirnya melalui wawancara televisi pada Desember 2025, ia sempat berbagi refleksi mendalam mengenai kondisi kesehatannya.
"Saya merasa jauh, jauh lebih baik daripada beberapa bulan yang lalu," ujar Van Der Beek saat itu. "Ini merupakan perjalanan yang lebih panjang dari yang pernah saya bayangkan. Ini menuntut lebih banyak dari saya, lebih banyak kesabaran, lebih banyak disiplin, lebih banyak kekuatan daripada yang saya tahu saya miliki. Saya tahu saya kuat, tapi saya tidak tahu saya sekuat ini. Namun, saya merasa baik."
Baca juga : James Van Der Beek, Bintang 'Dawson's Creek', Meninggal Dunia di Usia 48 Tahun
Awal Diagnosis dan Reaksi "Shock"
Perjalanan medisnya dimulai tahun 2023. Merasa ada sesuatu yang "tidak beres" pada tubuhnya, ia memutuskan menjalani kolonoskopi, meskipun gejala yang dialaminya, seperti perubahan kebiasaan buang air besar, tidak terlihat mengkhawatirkan. Kabar buruk datang saat ia masih dalam pengaruh anestesi, dokter menyatakan ia menderita kanker kolorektal stadium 3.
Baca juga : Kanker Usus Meningkat Tajam pada Generasi Muda, Berikut Makanan Yang Bisa jadi Pemicunya
"Saya merasa syok," akunya. "Saya benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan. Begitu juga istri saya. Kami berkendara pulang dalam diam. Sebagian dari diri saya ingin panik. Sebagian dari diri saya ingin mengamuk. Namun kemudian bagian lain dari otak saya berkata, 'Kamu belum tahu cukup banyak tentang ini'."
Hikmah di Balik PenyakitAlih-alih terpuruk, Van Der Beek memilih mengubah cobaan tersebut menjadi hal positif. Ia menyebut diagnosis tersebut sebagai "pengalihan hidup" yang membuatnya lebih menghargai waktu. Ia bahkan menjadi advokat vokal bagi skrining kanker usus dini bagi orang-orang di atas usia 45 tahun.
Kehadiran keluarga menjadi sumber kekuatan utamanya. Bersama istrinya, Kimberly, ia memilih untuk jujur kepada keenam anak mereka mengenai kondisinya. Van Der Beek menyadari bahwa anak-anaknya memiliki ketahanan yang luar biasa jika diberikan kejujuran.
"Saya tidak akan hidup jika bukan karena istri saya," pujinya. "Dia benar-benar berperan sebagai perawat, suster, dan kepala rumah tangga."
Kanker, bagi Van Der Beek, adalah guru yang mengajarkannya untuk hidup di saat ini (presence). Ia mulai memperhatikan setiap makanan yang masuk ke tubuhnya dan mensyukuri momen-momen kecil yang sebelumnya sering terlewatkan.
"Saya rasa sebelum kanker, saya menganggap semua momen kecil yang indah ini sebagai bagian dari kolektif. Sekarang saya lebih mampu untuk benar-benar menetap di momen tepat tersebut. Jadi, kehadiran (di saat ini) adalah hadiah yang diberikan kanker kepada saya," pungkasnya.
James Van Der Beek meninggalkan warisan berupa karya ikonik dan pesan tentang keberanian dalam menghadapi masa-masa tersulit dalam hidup. (People/Z-2)





