Prosesi Sanksi Adat Bagi Pandji Selesai, Ini Ritual Lengkap dan Maknanya dalam Kebudayaan Toraja

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Makassar, Tvonenews.com-Ritual adat Toraja bernama Ma’Buak Burun Mangkali Oto usai dijalani komika Pandji Pragiwaksono sebagai bagian prosesi sanksi adat yang berlangsung selama dua hari 10-11 Februari 2026 di Tongkonan Layuk Kaero, Sanggalla, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Rabu.

Sebelumnya ritual yang difasilitasi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)  diberikan sebagai ruang pemulihan atas perbuatan yang dianggap menyinggung acara adat melalui canda komedinya tentang Rambu Solo (upacara proses pemakaman) pada 2013 namun viral pada 2025 itu turut dihadiri 32 perwakilan masyarakat adat setempat. 

"Apresiasi terhadap panji datang di Toraja ini untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi selama dua hari bersama 32 perwakilan adat. Penyelesaian masalah ini namanya Ma'sosorang Rengnge'. Dan atas ketidaktahuaanya memberikan statement dan itu dikonsumsi oleh orang banyak." kata Sekretaris Tongkonan Kada Daud Pangurangan.

Ia menjelaskan, pemulihan hari ini disaksikan dan diterima masyarakat adat. Selain itu, kata Daud, proses hukum ada di Toraja berbeda dengan hukum positif biasanya. Hukum di Toraja berbicara tentang pemulihan. 

"Kalau pun ada yang dilakukan untuk Pandji, misalnya ada alat yang dipakai seperti ayam lima ekor dan satu babi, itu adalah cara untuk pemulihan, bukan dipandang sebagai denda, bukan. Tetapi, dipulihkan dan itu berlaku untuk seluruh masyarakat Toraja," paparnya menekankan. 

Secara khusus untuk Panji, kejadian ini agar menjadi pelajaran bersama, serta diluruskan presepsi-presepsi liar sehingga apa yang dipijak di bumi ini menghasilkan berkat dari Ilahi dan semua menjadi selamat di bumi ini.

Ketua PHD AMAN Toraya Romba Marannu Sambolinggi menyampaikan, Pandji telah menjalani sidang adat namun tidak semata-mata diarahkan kepadanya. Sebab, bila melihat  video viral tersebut hanya potongan-potongan dan tidak seluruhnya, lalu memunculkan polemik.

"Dalam stand up comedy, kita (masyarakat Toraya) di up lagi di media. Maka kemudian terlalu banyak hal yang tidak semestinya. Dan dari kita juga turut melakukan kesalahan (terprovokasi) karena itu. Proses ini buka hanya Pandji melakukan permohonan maaf, tapi kita masyarakat Toraya turut menyampaikan maaf, karena kasus-kasus kemarin (sikap menyinggung pribadi)," tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terpopuler: BWF Ubah Total Wajah Bulutangkis Dunia, 700 Atlet Ramaikan Kejuaraan Renang Laut Asia 2026
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 12 Februari 2026, Cek Lokasi dan Persyaratan
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Terima Kurma Kerajaan Arab Saudi, Menag Bakal Distribusikan ke Masjid IKN hingga Ormas Islam
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Gus Yaqut Ajukan Praperadilan, KPK Hormati Hak Hukum Tersangka
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Olahan Pisang Terbaik di Dunia versi TasteAtlas
• 4 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.