Kemendag Sebut Ritel Modern Mulai Tergerus Pertumbuhan Toko Kelontong

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Elvira Lianita (dua dari kiri), Gubernur D.I. Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X (tengah), dan Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan, Septo Soepriyanto dalam acara Pesta Retail 2026 SRC di Prambanan, Rabu (11/2/2026) malam. (Sumber: Danang Suryo/Kompas TV)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan dominasi peritel modern mulai menyusut dalam peta persaingan usaha nasional. Pelaku usaha ritel modern justru kehilangan pangsa pasar akibat geliat toko kelontong yang mengadopsi sistem digital dalam beberapa tahun terakhir.

Direktur Bina Usaha Perdagangan Kemendag, Septo Soepriyanto, menepis anggapan umum yang menyebut pertumbuhan ritel modern mematikan usaha kecil. Ia menegaskan bahwa warung atau toko kelontong saat ini menguasai lebih dari 98 persen ekosistem ritel di Indonesia.

"Kenyataannya, saya melihat sendiri, 2–3 tahun terakhir ini, pelaku usaha-pelaku usaha ritel modern sangat tergerus sekali oleh aktivitas yang luar biasa dari toko-toko kelontong," ujar Septo saat memberikan pidato pada acara Pesta Retail 2026 di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, Rabu (11/2/2026) malam. 

Septo menilai kebangkitan warung tradisional terjadi karena adanya pendampingan dan modernisasi manajemen toko.

Baca Juga: Tindaklanjuti Instruksi Purbaya, Bea Cukai Segel Sejumlah Toko Perhiasan Mewah

Ia mencontohkan Sampoerna Retail Community (SRC) sebagai salah satu pihak yang mengubah wajah warung tradisional menjadi lebih berdaya saing.

"Sahabat-sahabat SRC juga menjadi penopang dari pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan tulang punggung dari perekonomian Indonesia," tambah Septo.

Digitalisasi Dongkrak Omzet

Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Elvira Lianita, memaparkan data yang memperkuat pernyataan Kemendag. Ia mencatat kenaikan rata-rata omzet toko hingga 42 persen setelah pemilik warung bergabung dalam jaringan kemitraan dan melakukan modernisasi.

Peningkatan pendapatan tersebut terjadi karena perubahan pola operasional. Elvira menyebut hampir 90 persen toko anggota telah terdigitalisasi. Diversifikasi layanan juga menjadi faktor penentu.

"Sebanyak 77 persen toko SRC memperluas lini usaha, mulai dari produk digital hingga layanan pembayaran, sehingga tercipta sumber pendapatan baru," kata Elvira.

Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • ritel modern
  • toko kelontong
  • UMKM
  • Kementerian Perdagangan
  • ekonomi makro
  • SRC
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Bocah WNI 6 Tahun Tewas Ditabrak di Singapura
• 22 jam lalurealita.co
thumb
Israel Resmi Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Sungai Cisadane Diduga Tercemar Limbah Kimia, DLH Ambil Sampel Air untuk Uji Lab
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Menkes Sindir Orang Kaya Masuk PBI: Masa Gak Bisa Bayar BPJS Kesehatan Rp 42.000?
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Sebut Trenggono Menteri Sahabat, Purbaya Jawab Soal Mandeknya Order Kapal dari Inggris
• 18 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.