YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan dominasi peritel modern mulai menyusut dalam peta persaingan usaha nasional. Pelaku usaha ritel modern justru kehilangan pangsa pasar akibat geliat toko kelontong yang mengadopsi sistem digital dalam beberapa tahun terakhir.
Direktur Bina Usaha Perdagangan Kemendag, Septo Soepriyanto, menepis anggapan umum yang menyebut pertumbuhan ritel modern mematikan usaha kecil. Ia menegaskan bahwa warung atau toko kelontong saat ini menguasai lebih dari 98 persen ekosistem ritel di Indonesia.
"Kenyataannya, saya melihat sendiri, 2–3 tahun terakhir ini, pelaku usaha-pelaku usaha ritel modern sangat tergerus sekali oleh aktivitas yang luar biasa dari toko-toko kelontong," ujar Septo saat memberikan pidato pada acara Pesta Retail 2026 di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, Rabu (11/2/2026) malam.
Septo menilai kebangkitan warung tradisional terjadi karena adanya pendampingan dan modernisasi manajemen toko.
Baca Juga: Tindaklanjuti Instruksi Purbaya, Bea Cukai Segel Sejumlah Toko Perhiasan Mewah
Ia mencontohkan Sampoerna Retail Community (SRC) sebagai salah satu pihak yang mengubah wajah warung tradisional menjadi lebih berdaya saing.
"Sahabat-sahabat SRC juga menjadi penopang dari pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan tulang punggung dari perekonomian Indonesia," tambah Septo.
Digitalisasi Dongkrak Omzet
Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Elvira Lianita, memaparkan data yang memperkuat pernyataan Kemendag. Ia mencatat kenaikan rata-rata omzet toko hingga 42 persen setelah pemilik warung bergabung dalam jaringan kemitraan dan melakukan modernisasi.
Peningkatan pendapatan tersebut terjadi karena perubahan pola operasional. Elvira menyebut hampir 90 persen toko anggota telah terdigitalisasi. Diversifikasi layanan juga menjadi faktor penentu.
"Sebanyak 77 persen toko SRC memperluas lini usaha, mulai dari produk digital hingga layanan pembayaran, sehingga tercipta sumber pendapatan baru," kata Elvira.
Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- ritel modern
- toko kelontong
- UMKM
- Kementerian Perdagangan
- ekonomi makro
- SRC





