Trump Tegaskan Negosiasi Nuklir Iran Harus Berlanjut dalam Pertemuan Tertutup dengan Netanyahu

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menegaskan permintaannya agar pembicaraan dengan Iran terus berlanjut pascapertemuan strategis dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Meski mengedepankan jalur diplomasi, Trump memperingatkan adanya kemungkinan aksi militer jika kesepakatan nuklir gagal tercapai.

Pertemuan yang berlangsung selama hampir tiga jam ini digelar secara tertutup dan rendah profil, di mana Netanyahu dibawa masuk melalui pintu samping tanpa sorotan kamera. Kunjungan ini merupakan perjalanan keenam Netanyahu ke AS sejak Trump kembali menjabat, menandai koordinasi yang semakin intensif di tengah ketegangan Timur Tengah.

Tuntutan Maksimalis Israel

Netanyahu diperkirakan mendesak Trump untuk mengejar kesepakatan yang tidak hanya menghentikan pengayaan uranium Iran, tetapi juga memangkas program rudal balistik serta menghentikan dukungan Tehran terhadap kelompok proksi seperti Hamas dan Hizbullah.

Baca juga : Benjamin Netanyahu Temui Donald Trump di Gedung Putih: Strategi Gaza, Iran, dan Normalisasi Timur Tengah

Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan kedua pemimpin membahas "kebutuhan keamanan Negara Israel dalam konteks negosiasi" dan sepakat untuk melanjutkan koordinasi yang erat.

"Perdana menteri percaya bahwa negosiasi apa pun harus mencakup pembatasan rudal balistik dan pengakhiran dukungan bagi poros Iran," tulis pernyataan resmi kantor Netanyahu.

Sikap Keras Trump dan Peningkatan Militer

Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyebut pertemuan tersebut "sangat baik". Ia menekankan prioritasnya adalah tercapainya kesepakatan, namun tetap membuka segala kemungkinan jika diplomasi buntu.

Baca juga : Tak Bisa Lawan AS-Israel, Iran Minta Negara-Negara Arab tak Fasilitasi Serangan Serdadu Trump-Netanyahu

"Tidak ada hal definitif yang dicapai selain saya bersikeras agar negosiasi dengan Iran dilanjutkan untuk melihat apakah kesepakatan dapat diselesaikan," ujar Trump. Ia menambahkan, "Jika kesepakatan tidak tercapai, kita lihat saja nanti apa hasilnya."

Ketegasan Trump didukung dengan peningkatan kehadiran militer AS di kawasan tersebut. Trump bahkan mempertimbangkan pengiriman gugus tugas kapal induk kedua ke Timur Tengah sebagai sinyal peringatan terhadap Tehran.

Iran Tolak Tuntutan Berlebihan

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan menyerah pada tekanan. Dalam pidatonya menandai peringatan revolusi Islam ke-47, Pezeshkian menyatakan kesiapan untuk berdialog namun menolak persyaratan yang dianggap "berlebihan".

"Iran kami tidak akan menyerah menghadapi agresi, tetapi kami melanjutkan dialog dengan segenap kekuatan guna membangun perdamaian," tegas Pezeshkian. Ia juga mengulangi bahwa Iran tidak mencari senjata nuklir dan siap untuk verifikasi apa pun.

Para analis menilai Iran saat ini berada dalam posisi yang lebih rentan menyusul kampanye udara besar-besaran oleh AS dan Israel tahun lalu yang menargetkan situs militer serta nuklir mereka. Hal ini memberi ruang bagi AS dan Israel untuk mengajukan tuntutan yang lebih luas dalam meja perundingan.

Selain isu Iran, kunjungan Netanyahu juga berkaitan dengan upaya administrasi Trump untuk menekan Israel dan Hamas mengimplementasikan fase berikutnya dari perjanjian gencatan senjata di Gaza. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
VinFast Perkuat Ekosistem EV di IIMS, Limo Green Jadi Andalan Segmen Komersial
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
3600 Warga di lamongan Terdeteksi TBC, Dinas Kesehatan Masifkan Skrining
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Keren! Anak Muda Makassar Ubah 10 Kg Sampah Jadi 1 Liter BBM
• 17 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Pemerintah Kebut Rehabilitasi Sarana Pendidikan Pascabencana di Sumatera
• 17 jam laludetik.com
thumb
Foto: Ojol Ikut Cek Kesehatan Gratis di Cilandak
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.