Rusia mengecam pembatasan baru yang diberlakukan terhadap perannya dan negara lain dalam bisnis minyak di Venezuela. Moskow menyebutnya sebagai bentuk diskriminasi yang terang-terangan dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi mengenai langkah itu dan ingin menjalankan kerja sama yang saling menghormati tanpa ide dominasi yang tengah ditunjukkan oleh AS.
Baca Juga: Sinyal Perang Dunia, Intelijen Eropa Sebut Xi Akan Andalkan Rusia Saat Pecahnya Konflik China-Taiwan
Lavrov menyatakan bahwa aturan baru ini diskriminatif mengingat pihaknya memiliki investasi dalam sektor minyak dan energi Venezuela. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengejar klarifikasi atas keputusan Washington.
Sebelumnya, Departemen Keuangan Amerika Serikat mengeluarkan lisensi umum yang memperbolehkan eksplorasi serta produksi minyak dan gas di Venezuela. Namun, lisensi tersebut secara tegas mengecualikan transaksi yang melibatkan warga negara atau entitas dari Rusia, China dan Iran.
Pemerintah Rusia dan Venezuela sebelumnya telah terlibat dalam proyek jangka panjang. Kebijakan baru ini dipandang dapat menekan keterlibatan negara lain dan mengubah keseimbangan geopolitik dalam industri minyak global.
Baca Juga: Menkeunya Trump Senang Lihat Lemahnya Nilai Dolar, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?
Situasi ini berkembang di tengah persaingan pengaruh antara kekuatan global atas sumber daya energi, yang turut berdampak pada hubungan diplomatik Washington-Moskow di Amerika Latin.




