Menteri komunikasi Australia mengatakan Roblox dapat diklasifikasikan ulang di tengah kekhawatiran soal grooming dan konten.
EtIndonesia. Pemerintah federal Australia telah memberi peringatan kepada platform gim daring Roblox menyusul laporan adanya anak-anak didekati dan digrooming oleh predator di layanan tersebut.
Menteri Komunikasi Australia Anika Wells mengatakan ia telah meminta pertemuan darurat dengan para eksekutif Roblox, seraya menyampaikan kekhawatiran mengenai “konten buatan pengguna yang bersifat grafis dan berlebihan,” termasuk materi yang mengandung unsur seksual eksplisit dan bunuh diri.
“Saya telah melihat laporan bahwa ada pedofil di platform ini yang mengincar anak-anak kita, bahkan anak-anak itu ada yang berusia empat atau lima tahun. Mereka harus bertanggung jawab atas hal ini,” katanya kepada wartawan pada 10 Februari.
Apa Itu Roblox?Roblox adalah platform gim dan sosial daring tempat pengguna dapat membuat dan memainkan gim yang dibuat oleh pemain lain.
Platform ini mencakup dunia virtual, ruang berkumpul, dan pengalaman interaktif, dengan pengguna dapat berkomunikasi melalui obrolan teks dan suara.
Karena banyak digunakan oleh anak-anak dan remaja, Roblox berulang kali menjadi sorotan terkait kontrol keamanan, moderasi konten, dan risiko eksploitasi.
Menteri Komunikasi Menuntut PenjelasanMenteri Wells mengatakan ia tengah menempuh tiga langkah.
“Pertama, saya telah menulis surat kepada Roblox dan meminta mereka datang menemui saya untuk rapat dan mempertanggungjawabkan diri, menjelaskan apa yang mereka lakukan untuk menjaga anak-anak kita tetap aman di dunia daring,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa perusahaan tersebut sudah membalas.
“Kedua, saya telah meminta Komisaris eSafety untuk mempertimbangkan dan memberi saya nasihat mengenai langkah-langkah yang lebih mendesak,” katanya.
Wells juga mengatakan pemerintah sedang mengembangkan model “kewajiban kehati-hatian digital” (digital duty of care) yang akan mengalihkan tanggung jawab kepada platform teknologi untuk melindungi anak-anak.
“Sambil kami mengerjakan hal itu, saya meminta Komisaris eSafety memberi saya saran apakah ada langkah-langkah yang lebih mendesak, tuas-tuas tambahan yang dapat saya tarik sementara waktu,” katanya.
Ketiga, klasifikasi Roblox saat ini dinilai sudah kedaluwarsa, dengan peringkat “PG” yang diberikan pada 2018.
“Saya rasa kita semua sepakat banyak hal telah berubah sejak 2018, dan mengingat apa yang kini kita ketahui tentang apa yang terjadi di platform ini, saya ingin mereka mengklasifikasikannya ulang,” kata Wells.
eSafety Bergerak Menguji Komitmen RobloxIntervensi Wells dilakukan setelah pekan lalu eSafety memberi tahu Roblox bahwa pihaknya akan secara langsung menguji apakah platform tersebut telah memenuhi sembilan komitmen keselamatan yang dibuat kepada regulator keselamatan daring Australia tahun lalu.
Komitmen tersebut mencakup pengaturan akun di bawah usia 16 tahun menjadi privat secara default, pembatasan kontak orang dewasa dengan anak di bawah umur, serta menonaktifkan fitur obrolan hingga pengguna menyelesaikan pemeriksaan usia.
Roblox telah memberi tahu eSafety bahwa langkah-langkah tersebut telah diterapkan pada akhir 2025.
Namun, Komisaris eSafety Julie Inman Grant mengatakan ia dapat mengambil tindakan lebih lanjut berdasarkan Undang-Undang Keselamatan Daring (Online Safety Act).
“Kami tetap sangat prihatin dengan laporan berkelanjutan mengenai eksploitasi anak-anak di layanan Roblox, serta paparan terhadap materi berbahaya,” katanya.
Kode keselamatan daring baru yang menargetkan materi dengan batasan usia, termasuk pornografi, kekerasan berdampak tinggi, dan tindakan menyakiti diri sendiri, akan mulai berlaku pada 9 Maret dan juga berlaku bagi Roblox.
Tekanan Hukum dan Global Kian MenguatAustralia bukan satu-satunya yurisdiksi yang mengambil langkah terhadap gim ini.
Turki melarang platform tersebut pada 2024 setelah menyatakannya tidak aman bagi anak-anak. Oman, Qatar, dan Tiongkok kemudian memberlakukan pembatasan atau larangan.
Di Amerika Serikat, negara bagian Texas menggugat Roblox dengan tuduhan mengekspos anak-anak kepada predator serta menyesatkan keluarga mengenai tingkat keamanan platform tersebut.
Jaksa Agung Texas Ken Paxton mengatakan perusahaan itu akan menghadapi “kekuatan penuh hukum” jika terus membiarkan terjadinya bahaya.
Roblox sebelumnya membela pendekatan keamanannya, dengan mengatakan bahwa mereka telah menghabiskan hampir 20 tahun membangun platform tersebut dan berinvestasi besar dalam moderasi konten.
“Setiap hari, puluhan juta orang dari segala usia mendapatkan pengalaman yang aman dan positif di Roblox,” kata perusahaan itu.
“Kami menghabiskan ratusan juta dolar setiap tahun untuk menjaga platform kami tetap aman.”
The Epoch Times telah menghubungi Roblox untuk meminta komentar.





