BEI Sebut Sudah Komunikasi Intens dengan MSCI Sebelum Gejolak Pasar Saham

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

BEI sudah berupaya menjaga iklim investasi sekaligus pergerakan pasar saham, bahkan sebelum publikasi MSCI. 

BEI Sebut Sudah Komunikasi Intens dengan MSCI Sebelum Gejolak Pasar Saham. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik, mengatakan otoritas telah menjalin komunikasi dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) sejak Oktober 2025. Artinya, sebelum publikasi MSCI soal indeks saham Indonesia pada Januari 2026.

"Kami sudah lima kali melakukan pertemuan dengan MSCI. Dan di awal Januari sudah ada sesuatu yang kita deliver, yaitu pembagian antara investor tipe korporat dan lain-lain menjadi yang di atas dan di bawah 5 persen," ujar Jeffey dalam acara diskusi di Graha CIMB, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga:
BEI dan MSCI Gelar Pertemuan Kedua, Ini 4 Rencana Aksi Perkuat Pasar Modal

Sehingga, kata Jeffrey, BEI sudah berupaya menjaga iklim investasi sekaligus pergerakan pasar saham, bahkan sebelum publikasi MSCI. 

Saat MSCI merilis publikasi, BEI pun sudah melakukan mitigasi risiko. Namun, karena ada dinamika yang tidak terprediksi, perdagangan IHSG terimbas sampai bursa harus melakukan trading halt.

Baca Juga:
Kenapa Saham INDF Turun ke Indeks Small Cap MSCI? Simak Penjelasan Analis

"Setelah market crash tanggal 29, kami melakukan beberapa mitigasi, tanggal 30 pagi market sudah rebound. Tetapi terjadi perubahan struktur di dalam organisasi pasar modal. Seperti Bapak Ibu tahu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia mengundurkan diri, kemudian disusul dengan beberapa pejabat di OJK," tuturnya.

Sehingga sampai hari ini, Jeffrey mengatakan dinamika bursa bisa perlahan normal melalui beragam mitigasi, termasuk upaya reformasi integritas pasar modal.

Baca Juga:
Rebalancing MSCI Februari 2026: INDF Turun ke Small Cap

Upaya yang dia maksud termasuk menjalin komunikasi intensif dengan MSCI sampai awal Februari. 

"(Pada 2 Februari kami sudah melakukan pertemuan dengan MSCI, dilanjutkan dengan tanggal 5 kami mengirimkan dokumen teknis, kemudian kemarin tanggal 11 Februari kami kembali melakukan pertemuan," kata dia.

Namun, Jefrrey belum berkenan mengungkap detail hasil pertemuan dengan MSCI.

"Tentu yang kami lakukan adalah memastikan mekanisme internal kami berjalan, sehingga seluruh operasional dan pengambilan keputusan di Bursa Efek Indonesia tidak terganggu. Dan itu sudah terjadi sampai dengan hari ini," kata dia.

Terakhir, BEI kembali menggelar pertemuan lanjutan dengan MSCI pada Rabu (11/22026). Dalam presentasinya kepada MSCI, BEI kembali menegaskan komitmennya melalui tiga rencana aksi yang telah disusun sebelumnya, ditambah satu inisiatif baru yang mengacu pada standar global.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RI dan AS Segel Kesepakatan Tarif, Prabowo Bertemu Trump 19 Februari
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Usai Cetak Rekor, Begini Prospek Bursa Eropa Hari Ini (12/2)
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pembangunan Gedung Baru MUI Akan Monumental Bagi Umat Islam
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Tito Sebut Pemulihan Listrik di Sumatera Tunjukan Progres Signifikan
• 19 jam laludetik.com
thumb
SKK Migas Genjot Eksplorasi, Targetkan 100 Sumur pada 2026
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.