Jayapura (ANTARA) - Sebanyak 103 kendaraan dari berbagai jenis saat ini terjebak di jalan Trans Papua, ruas jalan Jayapura-Wamena, akibat bencana alam longsor yang terjadi di wilayah itu.
"Memang benar sebanyak 103 kendaraan baik dari arah Jayapura maupun Wamena saat ini terjebak di 25 titik longsor akibat curah hujan yang tinggi," kata Pejabat Pembuat Komitmen Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (PPK-KPBU) Jalan Trans Papua Jayapura-Wamena, Febryan Nurdiansyah, kepada ANTARA di Jayapura, Kamis.
Ia mengatakan dari 103 kendaraan yang terjebak itu tercatat 15 kendaraan yang masih tertimbun longsoran, sehingga timnya berupaya untuk mengeluarkan dan mengevakuasi kendaraan tersebut.
Kendaraan yang terjebak dan tertimbun longsor itu, lanjut dia, berada di wilayah Kabupaten Yalimo.
Dari data terungkap ada 15 kendaraan yang tertimbun longsoran, lima diantaranya sudah berhasil dikeluarkan dan 10 kendaraan lainnya dalam proses evakuasi.
Baca juga: Polda: Jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena putus akibat longsor
"Tidak ada korban jiwa dalam insiden yang yang terjadi Sabtu (7/2) dan Minggu (8/2) akibat longsor di 25 titik. Namun satu drainase melintang atau cross drain putus dan Jembatan Kill hanyut," kata Febryan.
Menurutnya , saat ini semua supir dan kru kendaraan sudah dievakuasi di camp, setelah kendaraan yang ditumpanginya diparkir ditempat yang aman.
Untuk membersihkan jalan yang tertimbun material longsoran, pihaknya mengerahkan 57 alat berat, baik ekskavator maupun buldozer.
"Pembersihan jalan terus dilakukan namun kendaraan tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Wamena, karena jembatan yang melintasi Kali Kill terputus akibat hanyut terbawa air," kata Febryan Nurdiansyah.
Baca juga: BBPJN kerahkan 50 unit alat berat untuk penanganan Jalan Trans Papua
"Memang benar sebanyak 103 kendaraan baik dari arah Jayapura maupun Wamena saat ini terjebak di 25 titik longsor akibat curah hujan yang tinggi," kata Pejabat Pembuat Komitmen Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (PPK-KPBU) Jalan Trans Papua Jayapura-Wamena, Febryan Nurdiansyah, kepada ANTARA di Jayapura, Kamis.
Ia mengatakan dari 103 kendaraan yang terjebak itu tercatat 15 kendaraan yang masih tertimbun longsoran, sehingga timnya berupaya untuk mengeluarkan dan mengevakuasi kendaraan tersebut.
Kendaraan yang terjebak dan tertimbun longsor itu, lanjut dia, berada di wilayah Kabupaten Yalimo.
Dari data terungkap ada 15 kendaraan yang tertimbun longsoran, lima diantaranya sudah berhasil dikeluarkan dan 10 kendaraan lainnya dalam proses evakuasi.
Baca juga: Polda: Jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena putus akibat longsor
"Tidak ada korban jiwa dalam insiden yang yang terjadi Sabtu (7/2) dan Minggu (8/2) akibat longsor di 25 titik. Namun satu drainase melintang atau cross drain putus dan Jembatan Kill hanyut," kata Febryan.
Menurutnya , saat ini semua supir dan kru kendaraan sudah dievakuasi di camp, setelah kendaraan yang ditumpanginya diparkir ditempat yang aman.
Untuk membersihkan jalan yang tertimbun material longsoran, pihaknya mengerahkan 57 alat berat, baik ekskavator maupun buldozer.
"Pembersihan jalan terus dilakukan namun kendaraan tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Wamena, karena jembatan yang melintasi Kali Kill terputus akibat hanyut terbawa air," kata Febryan Nurdiansyah.
Baca juga: BBPJN kerahkan 50 unit alat berat untuk penanganan Jalan Trans Papua




