JAKARTA, KOMPAS.com- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengizinkan taman-taman di Jakarta menggunakan nama tertentu, termasuk nama hasil kerja sama dengan pihak swasta maupun melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Menurut dia, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya melibatkan masyarakat dalam pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) di Ibu Kota
“Saya mengizinkan tempat ini juga untuk pembangunannya bisa dengan CSR atau partisipasi siapapun,” ucap Pramono saat membuka Taman Maroedja Sport Park, Meruya, Jakarta Barat, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Taman Teluknaga Memprihatinkan: Sepi, Rusak, dan Rawan Kejahatan
Pembangunan maupun revitalisasi taman dapat didukung oleh berbagai pihak, tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah.
Nantinya, nama taman bisa disesuaikan, termasuk dengan mencantumkan identitas pihak yang berkontribusi.
“Taman Meruya Sport Park by siapalah gitu loh. Jadi ini diperbolehkan. Jadi ini bagian bagaimana kita melibatkan masyarakat untuk juga membangun Jakarta,” kata dia.
Sebagai contoh, Pramono menyebut taman yang baru direvitalisasi di kawasan Meruya, Jakarta Barat.
Area yang sebelumnya bernama Lapangan Ki Amat kini diubah menjadi Taman Maroedja Sport Park dan telah diresmikan pada Kamis (12/2/2026).
Pramono mengatakan perubahan nama tersebut tidak lepas dari nilai historis kawasan setempat.
“Jadi untuk taman-taman ini sebagai contoh, Meruya ini kan dulunya namanya Ki Amat. Dan kenapa menjadi Maroedja karena memang ini adalah nama Meruya dulu,” kata dia.
Baca juga: Warga Bekasi Bersihkan Lumpur Usai Banjir, Desak Pembangunan Tanggul Permanen
Lapangan Maroedja Sport Park sendiri merupakan area RTH seluas 22.635 meter persegi yang memiliki fungsi strategis sebagai pusat aktivitas olahraga dan interaksi sosial warga.
Setelah direvitalisasi, taman tersebut dilengkapi berbagai fasilitas, seperti lapangan basket, lapangan mini soccer, jogging track, kolam retensi, forest walk, lapangan voli, area parkir, hingga toilet.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang