REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Membawa misi melahirkan wirausahawan tangguh, Sandination Academy bersama Yayasan Indonesia Setara (YIS) menggelar kegiatan Offline Mentoring Rocket Incubation 2026 di Aula Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini. Kegiatan itu diikuti oleh 50 peserta.
Mereka mewakili 50 merek terpilih dari batch 1 gelombang 1 program Rocket Incubation 2026, yang merupakan pelaku usaha muda dan calon wirausahawan dari berbagai sektor bisnis. Founder Yayasan Indonesia Setara & Sandination Academy, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kegiatan mentoring merupakan bagian dari tahapan inkubasi Rocket Incubation 2026.
Baca Juga
Presiden Prabowo Subianto Ajak Pengusaha Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Danantara Tancap Gas Hilirisasi Rp 118 Triliun, 6.000 Lapangan Kerja Tersedia
Airlangga: 1,3 Juta Lapangan Kerja Tercipta Sepanjang 2025
Program itu dirancang untuk membina dan mengakselerasi pelaku usaha muda di Indonesia. "Program ini difokuskan pada pendampingan yang aplikatif dan berorientasi pada pengembangan bisnis agar para pelaku usaha muda memiliki fondasi yang kuat dan berkelanjutan," kata Sandiaga dalam siaran pers di Jakarta pada Kamis (12/2/2026).
Tak hanya meningkatkan kemampuan dalam kewirausahaan, kata Sandiaga, Rocket Incubation 2026 bertujuan membentuk karakter, integritas para pelaku usaha muda. Sehingga, para wirausahawan muda sebagai generasi penggerak ekonomi mampu mandiri dan berdampak sosial.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Rocket Incubation 2026 tidak hanya berfokus pada pertumbuhan usaha, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, serta tanggung jawab sosial para pelaku usaha muda," ujar Sandiaga.
Rangkaian Rocket Incubation 2026 berlangsung selama 6 bulan., dengan metode offline dan online mentorship. Rangkaian kegiatan disusun secara terstruktur dan berkesinambungan, dimulai dari registrasi peserta, sesi pembukaan, hingga pendampingan intensif.