Menjelang 1 Tahun Danantara: Membandingkan 3 Sovereign Wealth Fund Asia Tenggara

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Seperti yang telah diketahui, Indonesia tidak hanya memiliki satu Sovereign Wealth Fund (SWF) melalui Indonesia Investment Authority (INA), tetapi juga Daya Anagata Nusantara Investment Management Agency atau yang biasa dikenal dengan Danantara.

Menjelang 1 tahun usia Danantara, kiranya perlu diketahui perbandingan dengan lembaga investasi yang dimiliki oleh negara-negara tetangga di Asia Tenggara, seperti Temasek Holdings (Singapura) dan Khazanah Nasional (Malaysia).

Dalam konteks Visi Indonesia Emas 2045, menjadi penting bagi masyarakat untuk memahami kekuatan, strategi, dan peran Danantara serta perbedaannya dengan SWF-SWF lain dalam konteks ekonomi nasional dan global.

Danantara Indonesia: Super SWF yang Ambisius

Sebagai SWF yang resmi diluncurkan pada 24 Februari 2025, Danantara dirancang untuk mengelola aset negara secara profesional dengan fokus investasi jangka panjang, termasuk sektor industri strategis, hilirisasi sumber daya, dan penguatan ekonomi nasional.

Target awalnya mencakup pengelolaan aset negara senilai sekitar US$900 miliar, menempatkannya di antara jajaran SWF global meskipun masih dalam tahap awal operasional.

Data internal menunjukkan bahwa Danantara berupaya meningkatkan nilai asetnya melalui konsolidasi BUMN dan investasi strategis lokal serta internasional.

Dilansir Reuters, dalam fase awal, Danantara telah mendistribusikan sekitar US$10 miliar investasi dalam proyek domestik dan sebagian dialokasikan untuk ekspansi global, dengan 80% diarahkan pada proyek dalam negeri.

Dikutip dari laman resmi, sisi ambisius Danantara juga terlihat dari telah ditandatanganinya kolaborasi internasional dengan beberapa SWF besar, seperti Qatar Investment Authority dan China Investment Corporation. Hal ini secara konkret menunjukkan upaya Indonesia untuk memperkuat jaringan investasi global.

Temasek Holdings (Singapura): SWF Berbasis Portofolio Global dan Profesional

Temasek Holdings adalah salah satu SWF paling mapan di dunia, yang didirikan pada tahun 1974 di bawah undang-undang perusahaan Singapura untuk mengelola aset pemerintah secara profesional.

Temasek kini memiliki portofolio senilai sekitar S$434 miliar (sekitar US$324 miliar) per 31 Maret 2025, dengan eksposur signifikan ke berbagai komoditas ekonomi, serta investasi di berbagai sektor seperti teknologi, finansial, dan infrastruktur global (Investopedia).

Keunikan Temasek adalah struktur tata kelola di dalamnya yang independen secara komersial, meskipun dimiliki oleh pemerintah. Keputusan investasi diambil oleh tim profesional dengan standar akuntabilitas yang tinggi, dari pusat hingga ke level anak usaha yang beroperasi secara global.

Dikutip dari Temasek Review—melalui pendekatan investasi jangka panjang yang terdiversifikasi—Temasek menghasilkan total shareholder returns yang kompetitif, sekaligus menjadi penggerak penting dalam strategi pembangunan Singapura dan ekspansi ke pasar internasional.

Khazanah Nasional (Malaysia): SWF Compact dan Strategis

Sementara itu, Khazanah Nasional di Malaysia memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan Temasek atau bahkan Danantara, dengan total aset sekitar MYR 93,92 miliar (sekitar US$20–25 miliar) pada 2023.

Berbeda dengan dua SWF besar sebelumnya, Khazanah—yang terkesan compact—sering memainkan peran ganda: sebagai investor yang mencari keuntungan jangka panjang, sekaligus sebagai instrumen pembangunan ekonomi nasional.

Hal ini termasuk investasi pada perusahaan penting yang memegang sektor strategis, seperti energi, transportasi, dan infrastruktur, yang berperan vital dalam mendukung kebijakan ekonomi Malaysia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Khazanah juga mulai mengalihkan sebagian portofolionya ke pasar maju, seperti Amerika Serikat dan Eropa, sebagai respons terhadap dinamika global dan geopolitik ekonomi (Reuters).

Perbandingan Utama: Skala, Strategi, dan Peran Nasional

Dalam perspektif skala aset yang dimiliki, Danantara diproyeksikan mengelola hampir US$900 miliar melalui konsolidasi aset negara jika penuh terealisasi—menjadikannya salah satu SWF terbesar di dunia.

Sementara itu, Temasek Holdings memiliki portofolio sekitar US$324 miliar yang terdiversifikasi secara internasional. Khazanah Nasional, di sisi lain, memiliki skala yang relatif lebih kecil dengan aset sekitar US$20–25 miliar, tetapi tetap strategis secara domestik.

Dalam segi strategi investasi, Danantara fokus pada kontribusi terhadap pembangunan ekonomi lokal, hilirisasi industri, dan ekspansi global berlandaskan kolaborasi internasional.

Di Singapura, Temasek menekankan portofolio global terdiversifikasi dan investasi komersial dengan fokus pada inovasi dan pasar maju. Sementara itu, Khazanah berperan sebagai penunjang pembangunan nasional Malaysia, dengan keseimbangan antara investasi domestik dan internasional.

Terakhir—dalam sektor tata kelola dan independensi—Temasek memiliki struktur independen dengan standar tata kelola komersial yang kuat. Khazanah, dengan skala yang lebih kecil, berfungsi di bawah Kementerian Keuangan Malaysia, tetapi tetap mengintegrasikan tujuan ekonomi secara nasional.

Sementara itu, Danantara memiliki pengawasan di bawah Presiden Indonesia dengan mandat pengelolaan aset negara yang kuat, dengan tantangan untuk dapat menjamin tata kelola yang transparan (Kompas).

Dapat diamati bahwa Indonesia, Singapura, dan Malaysia memiliki pendekatan berbeda dalam mendefinisikan peran dan strategi SWF. Danantara menunjukkan ambisi Indonesia untuk masuk ke liga besar investasi global sekaligus mendorong pembangunan domestik.

Singapura dengan Temasek menjadi contoh bagaimana SWF dapat beroperasi seperti korporasi investasi global yang profesional dan independen. Terakhir, Khazanah menunjukkan model SWF yang kuat, berfokus pada kebijakan domestik dan pembangunan nasional.

Secara keseluruhan, meskipun berbeda dalam skala, fokus, dan tata kelola, ketiga lembaga ini menunjukkan bahwa SWF bukan sekadar pengelola kekayaan negara, melainkan juga instrumen strategis yang dapat menentukan arah transformasi ekonomi jangka panjang di tingkat nasional maupun global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Zakat, Basis Muzaki, dan Reorientasi Kebijakan Nasional
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
KKB Tembaki Kendaraan Freeport di Tembagapura, 1 Prajurit TNI Meninggal
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
Upaya Mendorong Ekosistem Literasi Keuangan dari Ruang Keluarga hingga Bangku Sekolah
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Rakor Perlindungan Pekerja Sektor Jasa Konstruksi
• 1 jam lalurealita.co
thumb
United Tractors Resmi Tuntaskan Akuisisi Tambang Emas Doup Senilai USD 540 Juta
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.