Masalah BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dinonaktifkan per 1 Februari nampaknya tidak memengaruhi pelayanan yang dijalankan oleh Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Para suster berpakaian merah nampak sibuk di Ruang Dialisis Anak RSCM yang sedang melayani cuci darah bagi anak-anak. Di depannya para ibu menanti anaknya, sementara di ujung lorong terdapat Ruang Kemoterapi yang tak kalah sibuknya.
Pelayanan yang nampak berjalan normal. Menurut Tati (36), seorang ibu yang rutin mengantarkan anaknya untuk cuci darah di RSCM selama 3 tahun terakhir mengaku tidak kena imbas penonaktifan BPJS PBI.
"Dengar sih kata orang banyak yang sebagian enggak bisa gitu. Katanya bakalan di non-aktifin atau apa. Dengar-dengar aja sih, tapi kalau anak saya enggak gitu. Masih bisa. Enggak ada masalah," kata Tati saat ditemui di depan Ruang Dialisis Anak RSCM, Kamis (12/2).
Hal senada juga disampaikan oleh Warsini (49) yang rutin seminggu dua kali mengantarkan anaknya cuci darah di RSCM. Ibu dari anak yang telah menggunakan BPJS PBI sejak April 2025 ini mengaku tak mengalami kesulitan apapun saat hendak mendapatkan pelayanan cuci darah kepada anaknya.
"Iya kemarin pas tanggal 1 katanya kan enggak jalan, ada yang itu, tapi alhamdulilah anak-anak semua yang di sini aktif semua sih. Alhamdulillah bagus. Enggak ada kesulitan apa-apa," ucap Warsini.
Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, Dr. Renan Sukmawan, mengatakan bahwa di tengah kisruh penonaktifan BPJS PBI, RSCM tetap melayani semua pasien. Menurutnya, masalah administrasi bukan bagian dari urusannya karena baginya prioritas RSCM adalah keselamatan pasien.
"RSCM selalu menerapkan Patient First ya. Layani pasiennya dulu. Administrasi belakangan," ujar Renan.
"Bahkan tidak sedikit soal administrasi masih macet, enggak terbayar, dan sebagainya, ya sudah. Itu risiko rumah sakit. Tapi pasien selamat nomor satu," tambahnya.
Menurut Renan, pasien cuci darah yang menjadi bagian dari penyakit katastropik berjumlah 27 hingga 28 ribu pasien. Sehari, katanya, bisa 100 pasien dan semuanya diberikan pelayanan.
"Karena cuci darah enggak bisa ditunda atau span-nya terlalu jauh," kata Renan.
Renan menegaskan bahwa RSCM akan memberikan pelayanan bagi siapa pun termasuk yang masih terkendala BPJS PBI.
"Kami enggak melihat di status aktif-tidaknya hanya berhenti di administrasi. Pasien kita layani. Bahwa dia ngurus dan sebagainya, praktis kami enggak melihat masalah itu," tutur Renan.





