JAKARTA, DISWAY.ID-- Hingga 2025, sebanyak 390.034 pelanggan di sektor agrikultur dan kelautan memanfaatkan Program Electrifying Agriculture (EA) dan Electrifying Marine (EM) dari PLN.
Jumlah ini meningkat sekitar 30% secara year on year (YoY) dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat 300.535 pelanggan.
BACA JUGA:Menuju Pemilu 2029, Bahlil Nyatakan Siap Nyaleg dari Tanah Papua
BACA JUGA:Kulit Gampang Breakout? Yuk Kenalan B ERL MadeCera Barrier Moisturizer Cream
Melalui program ini, PLN menghadirkan pasokan listrik yang andal dan efisien untuk mendukung peningkatan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa program EA dan EM ini merupakan bagian dari strategi PLN dalam mendorong transisi energi berkelanjutan, katahanan ekonomi masyarakat, hingga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
“PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mendorong produktivitas ekonomi rakyat melalui berbagai program berkelanjutan.
“Dengan pemanfaatan listrik yang efisien dan ramah lingkungan, kami mendorong pelaku usaha untuk mengadopsi teknologi modern berbasis listrik yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil produksi,” ujar Darmawan.
BACA JUGA:ARTOTEL Cabin Bromo Hadirkan 'A Wishful Ramadan' Pengalaman Iftar Istimewa di Kaki Gunung Bromo
BACA JUGA:Golkar Beri Sinyal Tetap Usung Prabowo di Bursa Capres 2029, Cawapresnya Siapa?
Pemanfaatan listrik PLN melalui program EA dan EM ini diterapkan dalam berbagai aktivitas produktif, mulai dari pompa listrik untuk irigasi sawah, mesin penggilingan padi, kincir air listrik di tambak, penggunaan lampu ultraviolet pada budidaya tanaman,
Mesin penghangat untuk ternak unggas, hingga untuk mendukung aktivitas kapal sandar maupun industri galangan kapal.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menjelaskan bahwa hingga 2025, total daya listrik yang terpasang melalui program EA dan EM mencapai 5.240 megavolt ampere (MVA), naik sekitar 25% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4.203 MVA.
Hal tersebut diikuti dengan konsumsi listrik pada 2025 mencapai 7,1 terawatt hour (TWh), meningkat sekitar 16% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 6,1 TWh, mencerminkan tingginya pemanfaatan listrik untuk mendukung aktivitas di sektor industri primer.
BACA JUGA:Cek Tutorial Klaim Saldo DANA Gratis Mulai Rp125.000, Cuan Edisi Hari Valentine 2026!
- 1
- 2
- 3
- »





