Jakarta: Pengembangan industri halal menjadi fokus utama dalam salah satu agenda Metro TV Sharia Economic Forum bertema Mendorong Pengembangan Industri Halal.
Pemerintah menegaskan sektor ini bukan sekadar bagian dari ekonomi syariah, melainkan strategi nasional untuk memenangkan persaingan dagang global dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai halal dunia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, produk halal kini telah menjadi komoditas global dengan pertumbuhan signifikan. Tren gaya hidup sehat dan meningkatnya kesadaran halal di berbagai negara mendorong perluasan pasar ekspor.
Untuk merespons peluang tersebut, Kementerian Perindustrian telah membentuk Pusat Pengembangan Industri Halal sejak 2021 serta menyusun peta jalan industri halal 2025–2029 yang memfokuskan penguatan lima subsektor manufaktur: makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, kulit dan alas kaki, kimia dan farmasi, serta perlengkapan rumah tangga.
Hal ini terungkap dalam agenda Metro TV Sharia Economic Forum: Accelerating Growth and Prosperity: Path to Global Impact di The Tribrata Hotel, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Baca Juga: Industri Halal Harus Dipercepat Agar Indonesia Tak Ketinggalan Kereta
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam Sharia Economic Forum. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga. Tantangan pengembangan industri halal
Namun, pengembangan industri halal nasional masih menghadapi sejumlah tantangan. Ketergantungan impor bahan baku seperti gelatin, enzim, dan flavor menjadi hambatan dalam penguatan struktur manufaktur. Selain itu, proses sertifikasi halal yang dinilai rumit, panjang, dan mahal dibanding negara lain turut menjadi pekerjaan rumah yang harus disederhanakan agar daya saing meningkat.
Di sisi lain, Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi pemain utama industri halal global. Struktur manufaktur nasional yang lebih unggul dibanding sejumlah negara pesaing, berdasarkan indikator Manufacturing Value Added (MVA), menjadi keunggulan strategis.
Meski Indonesia dinilai terlambat merespons tren global, pemerintah kini tengah melakukan akselerasi untuk mengejar ketertinggalan dan menargetkan Indonesia sebagai hub produksi dan distribusi produk halal dunia.
Secara keseluruhan, forum ini menegaskan bahwa percepatan pengembangan industri halal merupakan keharusan. Penguatan rantai pasok domestik, reformasi sertifikasi, peningkatan kapasitas manufaktur, serta strategi ekspor terarah menjadi kunci agar Indonesia tidak tertinggal dalam kompetisi global dan mampu memanfaatkan potensi besar pasar halal dunia.




