Jakarta, ERANASIONAL.COM — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana (Kemendukbangga/BKKBN) kini hadir dengan pendekatan yang lebih humanis dan solutif melalui lima program prioritas yang menyentuh berbagai lapisan generasi.
Penegasan tersebut disampaikan Mendukbangga Wihaji dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dengan tema Program Bangga Kencana Tahun 2026Program Bangga Kencana Tahun 2026 di Kementerian BKKBN, Kamis (12/2/2026).
“Kemendukbangga melaksanakan Asa Cita 8 program prioritas Presiden Prabowo yang telah dijalankan dari 8 program tersebut yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) adalah sebuah kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keluarga rentan stunting mendapatkan nutrisi dan pendampingan yang tepat,” tambah Wihaji.
Dia menyebutkan untuk yang kedua sudah dilaksanakan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) adalah Inisiatif penyediaan daycare terstandarisasi di lembaga pemerintah dan swasta guna mendukung orang tua bekerja tanpa mengesampingkan tumbuh kembang anak.
“Kemudian ketiga ada program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) adalah menjawab fenomena fatherless di Indonesia dengan mengoptimalisasi peran ayah dalam pengasuhan anak. Yang ke empat program SIDAYA Lansia Berdaya (SIDAYA) adalah menghadirkan layanan homecare berbasis komunitas dan akses kesehatan gratis bagi lansia agar tetap produktif dan bermartabat,” tambah Wihaji.
Lanjut dia mengatakan untuk yang ke lima yakni program AI-SuperApps Keluarga, dimana program tersebut adalah layanan digital terintegrasi yang memudahkan masyarakat melakukan konsultasi problematika keluarga hingga pemantauan kesehatan secara mandiri.
Dia mengatakan Kemendukbangga telah mendata program Asa Cita no 6 yakni ketahanan keluarga di Indonesia mencapai 74.092.313 diantaranya Pasangan Usia Subur (PUS), Keluarga dengan Kepala Keluarga Perempuan, Keluarga memiliki anak usia 0-23 bulan, Keluarga memiliki usia 24-59 bulan, Keluarga memiliki anak remaja berumur 10-24 tahun, dan terakhir Keluarga memiliki Individu berusia diatas 60 tahun.
8 Program Prioritas Presiden
Lebih lanjut Wihaji mengatakan inilah yang menjadi noted dalam melaksanakan 8 program prioritas Presiden, posisi kementeriannya dimana, mau duduk dimana, mau menempatkan kewenangannya dimana, ada ketahanan pangan, ketahanan energi, makan bergizi gratis, ada pendidikan bermutu hingga ekonomi kerakyatan.
“Kalau saja kita rangkum semuanya itu ada, apa? Ya, kemufakatan, dan pembangunan keluarga inilah yang kita tempelkan ketika melaksanakan 8 program prioritas presiden pada tahun 2026,” tambah Wihaji.




