Cak Imin Sebut Musibah Tambah Kemiskinan Ekstrem, tetapi...

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan, rentetan musibah yang terjadi di Indonesia menambah jumlah kemiskinan ekstrem.

Akan tetapi, Cak Imin menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan harus terus dilaksanakan agar kemiskinan hilang dari Indonesia.

"Meskipun musibah demi musibah akan terus menambah jumlah kemiskinan ekstrem baru, tapi kita yakin, bahwa penanggulangan kemiskinan dengan melalui berbagai upaya," ujar Cak Imin dalam Launching Kolaborasi Indonesia Berdaya Ramadhan secara virtual di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Baca juga: Target Prabowo Hapus Kemiskinan Ekstrem di Indonesia

"Kemiskinan tidak boleh lagi menjadi fakta yang terus menerus tanpa diatasi secara fundamental," ujar dia.

Cak Imin menyampaikan, penanggulangan kemiskinan yang dikerjakan pemerintah terus menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan.

Hanya saja, dia mengakui bahwa hampir tidak pernah target-target tersebut dipenuhi dengan baik oleh pemerintah.

Baca juga: Pidato di WEF, Prabowo Klaim Kemiskinan Ekstrem RI Terendah Sepanjang Sejarah

"Pengalaman 20 tahun terakhir, bahkan 55 tahun terakhir, kita mengalami berbagai kegagalan yang fundamental, di dalam pendekatan, cara kerja, termasuk pada wilayah strategi penanggulangan kemiskinan," ujar Cak Imin.

Cak Imin menyebutkan, pemerintah tidak ingin mengulangi kegagalan dalam memberantas kemiskinan.

Dia mengajak semua pihak untuk tidak mengulangi kegagalan tersebut, dan harus sukses dalam menanggulangi kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan.

Baca juga: Kemiskinan Ekstrem Tidak Akan Selesai Tanpa Literasi

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Tidak ada kegagalan yang perlu kita ulangi, kecuali menjadi pembelajaran untuk kita hindari berbagai kegagalan. Meskipun hari ini tingkat kemiskinan relatif terus menurun, sampai pada angka 8,25 persen di September 2025," kata Cak Imin.

"Namun hasil ini tidak artinya, dan bahkan menghadapi tantangan ke depan yang serius apabila kita tidak menghadirkan pemberdayaan yang utuh bagi masyarakat kita," ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serang Rombongan PT Freeport di Mimika, OPM Diburu TNI
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga Tomat di Pasar Raya Padang Naik 100%, Ini Penyebabnya
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Pejalan Kaki di Jaksel Tewas Usai Terlindas Bus Transjakarta
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Periksa Pj Gubernur dan Sekda Riau, KPK Telusuri Aliran Uang Dugaan Korupsi Abdul Wahid
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Yamaha Aerox Alpha 2026 Bawa 6 Warna dan Grafis Baru
• 13 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.