Rentetan Teror Penembakan di Bandara di Tanah Papua, Warga dan Pilot Jadi Korban

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jarum jam menunjukan pukul 11.05 WIT saat pesawat sipil milik Maskapai Smart Air mendarat di Lapangan Terbang Korowai Batu, Distrik Kombay, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).

Berangkat dari Bandar Udara Tanah Merah, Boven Digoel, pesawat Cessna Grand Caravan itu kurang lebih 45 menit berada di udara. Selama itu, pilot Egon Irawan dan kopilot Baskoro Edi tidak melaporkan ada kendala dalam perjalanan.

Naas, masalah muncul ketika roda pesawat menginjak aspal lapangan terbang. Letusan senjata api terdengar dari samping lapangan terbang mengarah ke pesawat berisi manusia tidak berdosa. Selain pilot dan kopilot, total ada 13 penumpang. Salah satu diantaranya masih bayi.

Hingga akhirnya berita duka itu datang pukul 13.26 WIT. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa mendapat informasi bahwa pilot dan kopilot pesawat itu tertembak. Mereka dilaporkan tewas.

Para penumpang bernasib lebih baik. Semua selamat. Ketakutan, mereka melarikan diri ke hutan dekat bandara.

Baca JugaPesawat Smart Air Ditembak di Boven Digoel, Pilot dan Kopilot Tewas

Belakangan, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Merdeka Sebby Sambom menyatakan pihaknya bertanggung jawab atas penembakan itu. Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, Satuan Tugas Damai Cartenz menyebut, penembak adalah bagian dari kelompok yang menamakan dirinya Kanibal dan Semut.

Kelompok itu beroperasi di Yahukimo, Papua Pegunungan. Boven Digoel berada di perbatasan antara Papua Pegunungan dan Papua Selatan.

Dua daerah rawan

Sejak lama, kelompok bersenjata di tanah Papua memang kerap berulah di sejumlah bandara sipil. Padahal, di tengah belum idealnya infrastruktur transportasi darat di “Bumi Cendrawasih”, jalur udara dijadikan andalan warga memenuhi kebutuhan pokok. 

Akibatnya, ketika layanan sebuah bandara lumpuh, proses distribusi bahan pokok ke berbagai daerah, khususnya pedalaman Papua, juga ikut terputus. Papua Pegunungan dan Papua Tengah sejauh ini menjadi episentrum utama teror kelompok bersenjata.

Berdasarkan arsip Kompas, pada periode 2018-2025, tercatat 20 insiden di sejumlah bandara. Sebanyak 12 kejadian di Papua Tengah dan 8 lainnya di Papua Pegunungan. Peristiwanya beragam. Tercatat ada penembakan dan pembakaran pesawat serta helikopter, hingga pemblokiran bandara.

Baca JugaPolisi Ungkap Identitas Dua Pilot yang Tewas dalam Penyerangan Pesawat di Boven Digoel

Di tahun 2018, tercatat dua kejadian. Kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya menembak pesawat Dimonim Air dan Trigana Air di Kenyam, Nduga (kini Papua Pegunungan). Satu pilot dari masing-masing maskapai terluka.

Lama tak terdengar aksinya, penembakan di bandara muncul lagi tahun 2021. Di tahun itu, ada empat insiden di wilayah yang kini masuk Papua Tengah. Tiga kejadian di Bandara Aminggaru di Ilaga dan satu lagi di Intan Jaya. Legakak Telegen ada di balik penembakan-penembakan itu.

Selanjutnya di tahun 2022, kelompok Egianus kembali menembak pesawat. Sebanyak 15 timah panas diletuskan ke pesawat SAM Air di Bandara Kenyam di Nduga.

Berdasarkan arsip Kompas, pada periode 2018-2025, tercatat 20 insiden di sejumlah bandara

Paling mencekam

Tahun 2023 menjadi yang paling mencekam dalam sejarah penerbangan sipil di tanah Papua. Tercatat ada tujuh insiden. Tiga di Papua Tengah dan empat di Papua Pegunungan.

Salah satu yang menyita perhatian ketika Egianus menyerang pesawat Susi Air di Lapangan Terbang Distrik Paro, Nduga, 7 Februari. Sejak itu, pilot asal Selandia Baru, Philip Mertens, ditahan dan baru dibebaskan setahun tahun kemudian.

Selain itu, insiden terjadi di Bandara Oksibil Pegunungan Bintang, Bilorai Sugapa, Bandara Nop Goliat di Yahukimo, Bandara Pogapa di Intan Jaya, hingga Beoga di Puncak.

Di tahun 2024, teror berlanjut dengan lima penembakan. Kejadiannya di Bandara Nop Goliat, Milawak di Puncak, Baya Biru di Paniai, Sinak di Puncak, dan Alama di Mimika. Pilot helikopter asal Selandia Baru Glen Conning tewas ditembak di Alama.

Sedangkan di tahun 2025, tercatat satu penembakan di Bandara Bilogai di Intan Jaya. Baru di tahun ini, penembakan terjadi Boven Digoel, Papua Selatan.

Baca JugaTeror Meningkat, Ikatan Pilot Desak Perbaikan Keamanan Penerbangan di Papua

Ketua Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Capt. Muammar Reza Nugraha mengatakan, ulah kelompok bersenjata di Boven Digoel adalah pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Pembunuhan pada dua pilot juga melanggar aturan internasional International Civil Aviation Organization Annex 17 tentang Keamanan Penerbangan dan pelanggaran berat terhadap Chicago Convention 1944 tentang Keamanan Penerbangan. “Kami mengecam dan mengutuk keras tragedi memilukan ini,” katanya.

Ke depan, Reza mengatakan IPI akan terus meminta pada negara untuk memperbaiki sektor keamanan di bandara yang termasuk objek vital nasional. Perbaikan keamanan penerbangan, kata dia, mesti dilakukan di daerah dengan resiko tinggi.

“Salah satu upaya mendorong itu lewat seminar keamanan penerbangan di Jayapura tahun 2022. Hasilnya sejumlah rekomendasi untuk keamanan penerbangan seperti pemberitahuan dari pihak keamanan kepada operator penerbangan atau pilot tentang situasi di bandara” kata dia.

Baca JugaPenembakan Pesawat di Papua Marak Terjadi, Pengamanan Bandara Butuh Diperkuat

Dalam seminar itu, disebutkan juga 12 titik rawan gangguan penerbangan sipil di Papua. Enam ada di Papua Tengah, dua di Papua Pegunungan, dua di Papua Selatan, dan dua di Papua.

Reza meyakini, perbaikan keamanan penerbanngan bakal memberikan banyak hal baik. Selain melancarkan distribusi barang, penerbangan yang aman mendukung layanan kesehatan hingga pendidikan di daerah terpencil.

Oleh karena itu, perlu upaya untuk menjamin keselamatan pilot dari ancaman kejahatan. “Kami sangat berharap ini adalah kali terakhir dalam sejarah penerbangan Indonesia,” kata Reza.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaksa Agung Ungkap Banyak Apartemen di Jakpus Ditempati Jaksa Diam-diam
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Italia tegaskan tak akan jadi anggota Dewan Perdamaian
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Curhat Pilu Teddy Pardiyana Setelah Lina Jubaedah Tiada
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Awal Puasa Ramadan 18 atau 19 Februari 2026? Ini Jadwal Sidang Isbat Kemenag
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Perempuan perlu didukung agar tetap berdaya dan sejahtera
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.