Timnas U-17 menelan dua kekalahan saat beruji coba dengan China di Indomilk Arena pada Februari ini. Yang pertama kalah 0-7, yang kedua takluk 2-3.
Tak pelak, Timnas U-17 didera kritik karena dianggap mengalami penurunan. Meski begitu, Mochammad Mierza Firjatullah melihat itu sebagai pelajaran berharga. Ia masih meyakini bisa kembali lolos ke Piala Dunia U-17.
"Ya, ini awal dari kami. Sebelumnya nanti kan ada Piala AFF, Piala Asia, semoga kita bisa masuk ke Piala Dunia lagi," ucap Mierza usai pertandingan kedua kontra China, Rabu (11/2).
"Membangun chemistry kan enggak sebulan-dua bulan langsung jadi. Mungkin itu harus butuh waktu," tambahnya.
Adapun Piala AFF U-17 akan digelar di Indonesia pada 11-23 April 2026. Sementara, Piala Asia akan dihelat selama 7-24 Mei 2026 di Arab Saudi, di mana tim yang lolos dari babak grup akan lolos ke Piala Dunia yang akan digelar di Qatar pada November tahun ini.
Indonesia sudah dua kali beruntun ikut Piala Dunia U-17. Pertama pada 2023 sebagai tuan rumah, pasukan Bima Sakti terhenti di babak grup. Kedua pada 2025 di Qatar, armada Nova Arianto juga tak bisa lolos dari fase grup.
Pada dua laga kontra China baru-baru ini, Timnas U-17 masih dibesut Nova Arianto. Namun selanjutnya, Kurniawan Dwi Yulianto yang akan pegang kendali sebagai pelatih kepala.
"Kami sekarang sama Coach Kurniawan. Sebenarnya yang harus saya lakukan adalah cepat adaptasi dan gimana caranya Kurniawan melatih, saya harus belajar," tandas Mierza.




