Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan komitmennya memperkuat sistem layanan kesehatan ibu kota dengan mendorong peningkatan fasilitas kesehatan, tenaga medis, hingga perluasan layanan pencegahan penyakit. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta di Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Februari 2026.
Dalam arahannya, Pramono menyoroti keberhasilan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau lebih dari 4,2 juta warga Jakarta pada 2025, melampaui target nasional. Ia meminta jajaran Dinkes terus mengintensifkan deteksi dini penyakit dan memastikan layanan menjangkau seluruh kelompok usia.
"Saya berharap penguatan Program Cek Kesehatan Gratis terus dilakukan. Deteksi dini harus aktif dan menjangkau semua warga," kata Pramono dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Pemprov DKI Jakarta, pada Kamis, 12 Februari 2026.
Tidak hanya pada layanan, Pramono juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur kesehatan strategis, seperti Rumah Sakit Kelas A berstandar internasional di Grogol Petamburan dan RS Royal Batavia Cakung.
Ia meminta seluruh kendala, mulai dari administrasi, ketersediaan alat kesehatan, hingga persoalan lahan, segera dituntaskan melalui koordinasi lintas sektor.
Dalam kepemimpinannya, Pramono juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia kesehatan, termasuk kepastian kontrak kerja dan jaminan sosial bagi pegawai Dinkes, terutama PPPK paruh waktu, agar tenaga medis dapat bekerja optimal dalam melayani masyarakat.
Di sisi lain, Pramono memprioritaskan percepatan penurunan stunting. Dengan prevalensi stunting Jakarta saat ini sebesar 17,2 persen, ia menargetkan penurunan hingga 15 persen pada 2026 melalui penguatan intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, pelayanan ibu hamil, edukasi gizi keluarga, dan pemantauan balita.
"Jakarta punya jaringan fasilitas kesehatan yang luas. Tugas kita memastikan semuanya berjalan sesuai standar, ramah, nyaman, dan benar-benar melayani warga," ujarnya.
Kemudian, Pramono juga memastikan seluruh layanan kesehatan di Jakarta harus bebas dari hambatan administrasi dan biaya. Ia meminta agar pembiayaan pasien ditangani sesuai ketentuan, sehingga keluarga pasien tidak lagi dibebani persoalan prosedur maupun ongkos layanan.
Sebagai bagian dari penguatan sistem kesehatan, Pemprov DKI Jakarta terus mengembangkan layanan seperti Pasukan Putih, JakAmbulans, JakCare, dan JakSimpus, serta fokus pada pencegahan penyakit tidak menular seperti stroke dan kanker serviks.
Terkait penonaktifan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang berdampak pada sekitar 270 ribu peserta di Jakarta, Pramono memastikan pemerintah tetap hadir. Status kepesertaan dapat direaktivasi melalui Dinas Sosial, dan pasien yang membutuhkan perawatan tetap difasilitasi.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh warga ibu kota.
Editor: Redaktur TVRINews





