Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sumatera Utara menggelar High Level Meeting (HLM) guna memperkuat sinergi percepatan digitalisasi daerah tahun 2026.
Pertemuan dipimpin Sekretaris Daerah Sumut Sulaiman Harahap dan dihadiri Bank Indonesia (BI) Sumut, kepala daerah, Sekda kabupaten/kota, Bapenda, BKAD, serta Direksi PT Bank Sumut.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut Didit Widiana menyampaikan tren transaksi non-tunai di Sumut terus tumbuh hingga Triwulan IV 2025.
Ia juga mengapresiasi capaian Sumut dalam Championship TP2DD 2025, di antaranya Deli Serdang sebagai Juara 1 TP2DD Terbaik Tingkat Kabupaten Wilayah Sumatera, Pemprov Sumut Juara 2 Tingkat Provinsi, dan Kota Medan Juara 2 Tingkat Kota.
"BI berkomitmen mendorong perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui capacity building, penguatan QRIS, dan implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen pemerintah," katanya, Kamis (12/2/2026).
Asisten Direktur BI Sumut Angsoka Y. Paundralingga menyebut Indeks ETPD Sumut Semester I 2025 mencapai 94,49 persen, melampaui rata-rata nasional 90,40 persen, dengan seluruh pemda telah masuk kategori digital.
Tantangan ke depan adalah optimalisasi kanal pembayaran digital dan pemerataan implementasi KKI di seluruh OPD.
Kepala Bapenda Sumut Ardan Noor melaporkan keberhasilan program “Gebyar Pajak Non-Tunai” yang mendorong pembayaran PKB melalui QRIS, serta menekankan pentingnya roadmap ETPD untuk meningkatkan PAD secara transparan.
PT Bank Sumut menyatakan kesiapan mendukung QRIS Dinamis dan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD/KKI), termasuk rekonsiliasi real-time dengan MDR 0 persen untuk transaksi pemerintah.
HLM ditutup dengan komitmen bersama penguatan TP2DD 2026, meliputi optimalisasi penerimaan daerah non-tunai, intensifikasi penggunaan KKI pada belanja daerah, serta percepatan penyusunan Roadmap ETPD dan Rencana Aksi 2026–2030.
Sinergi ini menjadi langkah strategis menuju tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan inklusif di Sumatera Utara.





