JAKARTA, KOMPAS.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas situasional jika terjadi kemacetan pada saat arus mudik Idul Fitri 2026. Rekasa berupa contra flow dan one way nasional akan dilakukan dengan mempertimbangkan kepadatan volume kendaraan.
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menuturkan, seluruh keputusan rekayasa lalu lintas akan diambil secara cepat dan terukur melalui command center yang terintegrasi dengan berbagai stakeholder, termasuk Kementerian Perhubungan dan operator jalan tol.
“Kami ingin memastikan setiap kebijakan rekayasa lalu lintas tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus kendaraan,” kata Agus di Jakarta, Kamis (12/2/2026), melansir Antara.
Baca juga: Korlantas Prediksi Masyarakat Bakal Mudik Lebih Awal
Pada musim mudik lebaran kali ini, Korlantas Polri memprediksi, masyarakat akan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman lebih awal.
“Kami memprediksi pergerakan masyarakat sudah mulai lebih awal dan tidak menumpuk di H-3 atau H-2 saja," ujarnya.
Oleh karena itu, Korlantas telah menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi kepadatan yang terjadi.
"Pola pengamanan dan rekayasa lalu lintas kami siapkan lebih adaptif dan berbasis traffic counting alat ukur volume lalu lintas kendaraan di jalan secara real time,” kata Agus.
Baca juga: Siap siap! Mudik Gratis KAI 2026 Dibuka Mulai Besok, Catat Jamnya
Adapun beberapa titik krusial kepadatan arus kendaraan pemudik pada musim mudik Idul Fitri 2026, menurut Agus, berada di Jalan Tol Trans Jawa, jalur Pantura, dan penyeberangan Merak-Bakauheni.
Nantinya, rekayasa lalu lintas akan dilaksanakan secara situasional dengan mempertimbangkan berbagai volume kendaraan di lapangan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang