JAKARTA, DISWAY.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan komitmennya dalam mendukung terciptanya efisiensi biaya logistik nasional sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui pengembangan dan pengelolaan Jalan Tol Cibitung – Cilincing (JTCC) yang merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR2).
BACA JUGA:Ramadan 2026, Dompet Dhuafa Gandeng Maybank Tumbuhkan Budaya Berbagi Lewat 'Berzakat Itu Kalcer'
BACA JUGA:Putus Rantai Kemiskinan, Kampung Nelayan Dibangun Serentak di 65 Titik
Jalan tol sepanjang 34,76 km yang menghubungkan kawasan industri di timur Jakarta dengan Pelabuhan Tanjung Priok ini dikelola oleh salah satu entitas di bawah Pelindo Group, PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP), yang berlaku sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pemegang hak konsesi Jalan Tol Cibitung - Cilincing.
CTP telah menyelesaikan konstruksi dan mengoperasikan secara penuh JTCC sejak tahun 2023. Pada tahun kedua setelah beroperasi penuh, JTCC tersambung dengan JORR2, dan diharapkan dapat mengurangi kemacetan, mempercepat waktu tempuh, dan memberikan alternatif rute yang lebih banyak bagi pengguna jalan.
Keberadaan JTCC memiliki peran strategis dalam sistem logistik nasional, khususnya sebagai penghubung utama antara kawasan industri di wilayah timur Jakarta seperti Bekasi, Cikarang, Karawang, dan sekitarnya dengan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan terbesar Indonesia.
Dengan konektivitas ini, JTCC diharapkan mampu memangkas waktu tempuh dan biaya distribusi logistik secara signifikan.
BACA JUGA:SMK Cygnus dan STUDDS Atlas Meluncur di IIMS 2026, Helm Flip-back dan Open Face Terbaru dari India
Plt. Direktur Utama CTP, Erwan Dwi Winanto, menyatakan bahwa CTP melalui pengelolaan JTCC senantiasa menjaga komitmen untuk terus mendukung terciptanya efisiensi logistik nasional terutama dalam mengintegrasikan kawasan industri di seputar Jakarta dengan Pelabuhan Tanjung Priok.
“Saat ini kami tengah mengupayakan adanya integrasi tarif JTCC dengan ruas tol lain di Jakarta.
Hal ini kami maksudkan untuk memperluas aksesibilitas JTCC bagi masyarakat dan pelaku usaha juga untuk menciptakan tarif JTCC yang kompetitif untuk mendukung efisiensi logistik,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto menegaskan bahwa integrasi koridor wilayah logistik menjadi kunci dalam menciptakan sistem jalur logistik yang terhubung secara strategis antar kawasan industri, pusat distribusi dan pelabuhan.
BACA JUGA:Gebrakan Jasa Marga Bikin Hadirkan Aplikasi Travoy di IIMS 2026 Jelang Mudik Lebaran
“Integrasi ini tidak hanya akan meningkatkan kelancaran pengiriman barang, tetapi juga membuka ruang bagi penyesuaian dan penyelarasan tarif tol agar lebih terjangkau dan kompetitif bagi pelaku usaha,” ujarnya.
- 1
- 2
- »





