jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Dewi Juliani menyoroti persoalan kelangkaan bahan bakar minyak yang kerap terjadi di daerah pemilihannya, Riau 1, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2).
Rapat yang membahas evaluasi penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatera dan dukungan terhadap Program Koperasi Desa Merah Putih itu menjadi ajang Dewi mengapresiasi langkah Pertamina menjaga pasokan BBM di wilayah terdampak bencana. Namun, ia menilai kondisi di Riau justru menjadi ironi karena daerah penghasil minyak tersebut masih kerap mengalami kelangkaan BBM.
BACA JUGA: Ditregident Korlantas Gaspol Digitalisasi, Targetkan PNBP Sehat & Layanan Prima
“Saya mengapresiasi upaya Pertamina memastikan stok BBM di wilayah terdampak bencana. Tapi Dapil saya, Riau 1, yang merupakan penghasil minyak, justru sering mengalami kelangkaan BBM,” ujar Dewi.
Menurut legislator PDI Perjuangan itu, pada Desember 2025 kelangkaan tidak hanya terjadi pada solar, tetapi juga Pertamax 92 dan Pertamax Turbo. Padahal, sekitar 24 persen produksi minyak nasional berasal dari wilayah tersebut.
BACA JUGA: Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan BBM Bersubsidi di Bekasi Aman
“Ini menjadi anomali. Kami daerah penghasil minyak, tapi masih mengalami kelangkaan BBM, dan ini berulang,” tegasnya.
Dewi mengungkapkan Pemerintah Provinsi Riau telah mengajukan permohonan penambahan kuota BBM, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang signifikan dari pihak terkait.
BACA JUGA: Rahasia Integrated Terminal Balongan Jaga Setiap Liter BBM Tetap Prima!
Ia juga mengingatkan bahwa konsumsi BBM berpotensi meningkat menjelang Idul Fitri seiring lonjakan mobilitas masyarakat. Karena itu, Dewi meminta Pertamina memastikan distribusi dan kuota BBM di Riau tetap stabil.
“Saya mohon tanggapan Pertamina terkait langkah konkret untuk memastikan stok BBM di Riau konsisten dan tidak kembali langka,” tandas legislator dapil Riau itu. (tan/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pesan Tegas Presiden untuk DEN: Kurangi Impor BBM, Energi Kita Tak Boleh Diintervensi
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga




