Jadi Kernet Delman, Habibi Sisihkan Upah Rp 5.000 untuk Sekolah dan Bantu Ibu

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Di usia yang baru 12 tahun, Khoirul Ahmad Habibi sudah memikul tanggung jawab membantu perekonomian keluarganya.

Bocah yang akrab disapa Habibi itu bekerja sebagai kernet delman setiap akhir pekan dan menyisihkan sebagian upahnya untuk sang ibu. Dari pekerjaan tersebut, ia memperoleh Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per hari.

“Biasanya uang yang saya dapat dari kernet delman disimpan untuk dikasih ke ibu, buat bantu biaya keluarga. Kalau untuk sekolah paling sekitar Rp 5.000,” ujar Habibi saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Rabu (13/2/2026).

Siswa kelas 4 Sekolah Dasar itu tinggal di Perumahan Citra Garden Permai, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Kisah Habibi, Bocah yang Jadi Kernet Delman demi Tetap Bersekolah dan Bantu Keluarga

Sudah enam bulan terakhir, ia bekerja setiap Sabtu dan Minggu, mulai selepas Ashar hingga sekitar pukul 18.00 WIB.

Habibi membantu tetangganya, Agus, menjadi kernet delman di kawasan Darmawangsa, Tambun Utara. Penghasilannya tidak menentu.

“Kadang dapat Rp 20.000, kalau ramai bisa Rp 30.000,” katanya.

Habibi merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Ia tinggal bersama kedua orangtuanya yang bekerja serabutan tanpa penghasilan tetap, seorang nenek yang menderita stroke, serta seorang bibi dengan keterbelakangan mental.

Setiap hari sekolah, Habibi berjalan kaki sekitar 1,2 kilometer menuju sekolahnya di Desa Srimukti.

Baca juga: Tangis Kernet Delman Habibi Dapat Bantuan Sepeda, Kini Tak Lagi Jalan Kaki ke Sekolah

Perjalanan itu ditempuh lebih dari 30 menit. Ia bersekolah pada siang hari, mulai pukul 12.00 hingga 17.00 WIB.

Dalam sepekan, Habibi hanya bisa masuk sekolah sekitar tiga hari. Pada hari lainnya, ia harus menjaga kedua adiknya yang masih kecil ketika orangtuanya bekerja.

“Kesehariannya jagain adik kalau enggak sekolah. Terus bersih-bersih rumah, ngepel, nyapu,” ujarnya.

Meski begitu, Habibi mengaku tetap menyukai sekolah dan belajar. Ia berharap bisa bersekolah secara normal seperti anak-anak lainnya.

“Saya sebenarnya senang belajar, walaupun harus jalan kaki sendiri ke sekolah. Soalnya di sini enggak ada teman,” katanya.

Baca juga: Awal Mula Habibi Jadi Kernet Delman demi Bantu Ekonomi Keluarga

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di tengah keterbatasan ekonomi, Habibi menyimpan cita-cita menjadi pemain sepak bola.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gulung Medan Falcons Tiga Set Langsung, Pemain Jakarta Electric PLN Dapat Pujian Setinggi Langit dari Chamnan Dokmai
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Aparat Gabungan Amankan Bandara Korowai Usai Penembakan Pesawat Perintis
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Timnas Indonesia Tak Bisa Berlaga di Asian Games 2026, Sumardji: PSSI Belum Terima Surat
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Nagita Slavina Mau Akuisisi VISI, Sahamnya Terbang 330 Persen Sejak Awal 2026
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Purbaya Sebut Puluhan Orang Daftar Jadi Calon Pimpinan OJK, Ada Misbakhun dan Suahasil?
• 10 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.