AS Tarik Pasukan dari Pangkalan Al-Tanf di Suriah

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Amerika Serikat mengkonfirmasi bahwa pasukannya telah meninggalkan Al-Tanf di Suriah. Pemerintah Suriah menyatakan pasukannya kini telah menguasai area pangkalan yang berada di dekat perbatasan Suriah, Yordania, dan Irak tersebut.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut proses penarikan berlangsung tertib dan telah rampung sehari sebelumnya. Langkah itu disebut sebagai bagian dari transisi yang disengaja dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Kepergian pasukan AS dari al-Tanf secara tertib," ujarnya dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Kamis (12/2/2026).

Baca juga: Trump Akhiri Operasi Imigrasi di Minnesota yang Picu Kericuhan

Kepala CENTCOM Laksamana Brad Cooper menegaskan bahwa pasukan Amerika tetap siap untuk menanggapi ancaman dari kelompok jihadis ISIS. Menurutnya, menjaga tekanan terhadap jaringan militan tetap penting untuk melindungi kepentingan keamanan AS dan stabilitas kawasan.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Suriah menyatakan bahwa unit-unit tentaranya telah menguasai Al-Tanf "dan telah mulai melakukan penempatan di sepanjang perbatasan Suriah-Irak-Yordania" di dekatnya.

Selama konflik Suriah dan operasi melawan ISIS, pasukan AS ditempatkan di wilayah timur laut Suriah yang dikuasai kelompok Kurdi serta di pangkalan Al-Tanf.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi selama ini menjadi mitra utama koalisi pimpinan AS dalam memerangi ISIS hingga kelompok itu kehilangan wilayah teritorialnya pada 2019.

Baca juga: Belanda Tangkap 16 Orang Sebarkan Propaganda ISIS Lewat TikTok

Namun, setelah jatuhnya penguasa lama Bashar al-Assad lebih dari setahun yang lalu, Amerika Serikat semakin dekat dengan pemerintah baru di Damaskus, baru-baru ini menyatakan bahwa kebutuhan akan aliansinya dengan Kurdi sebagian besar telah berlalu.

Suriah setuju untuk bergabung dengan koalisi anti-ISIS ketika Presiden Ahmed al-Sharia mengunjungi Gedung Putih pada bulan November.

Setelah penarikan pasukan dari Al-Tanf dan kemajuan pemerintah di Suriah timur laut, pasukan AS sekarang sebagian besar bermarkas di pangkalan Qasrak di Hasakeh, menurut Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah.

Meskipun ISIS telah mengalami kekalahan teritorial, kelompok tersebut tetap aktif.

Mereka dituduh bertanggung jawab atas serangan Desember di Palmyra di mana seorang penembak tunggal melepaskan tembakan ke arah personel Amerika, menewaskan dua tentara AS dan seorang warga sipil AS.

Washington telah melakukan serangan balasan terhadap target ISIS di Suriah, dan CENTCOM mengatakan telah membunuh atau menangkap lebih dari 50 militan ISIS dalam dua bulan terakhir.




(eva/ygs)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Imbas Pesawat Smart Air Ditembaki KKB, Penerbangan ke Bandara Korowai Ditutup Sementara
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Update Prakiraan Cuaca Jakarta BMKG Hari Jumat, 13 Februari 2026: Waspada Hujan Deras Seharian!
• 48 menit laludisway.id
thumb
Kemenag Sebut Masjid IKN Siap Gelar Salat Tarawih Ramadan 1447 H
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Tapanuli Tengah Banjir Lagi, Bupati Sebut Warga Masih Trauma dan Lakukan Evakuasi
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
• 9 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.