Produk Pakan Hewan Sumsel Milik PT EMI Tembus Pasar Filipina, Mendag Lepas Ekspor Perdana

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Banyuasin, tvOnenews.com - Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor perdana makanan hewan peliharaan produksi PT Evo Manufacturing Indonesia (EMI) ke Filipina. Pelepasan dilakukan langsung di pabrik PT EMI yang berlokasi di Desa Karang Anyar, Sumber Telang, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 12 hektare itu dilengkapi teknologi modern dan menjadi pelopor industri makanan hewan di Indonesia. Produk yang dihasilkan mencakup makanan hewan basah dan kering dengan kapasitas produksi mencapai 300 ribu ton per tahun.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi capaian tersebut dan menilai ekspor ini menjadi bukti daya saing produk dalam negeri di pasar global.

“Ini akan menambah volume ekspor negara kita. Produk Indonesia tidak kalah dengan produk global,” kata Budi Santoso usai melepas ekspor perdana.

Kontribusi Masih Kecil, Pasar Masih Terbuka Lebar

Budi mengungkapkan, nilai ekspor makanan hewan Indonesia saat ini masih relatif kecil dibandingkan potensi pasar global. Ekspor pakan hewan Indonesia baru mencapai US$8,2 juta, sementara nilai impor dunia untuk produk tersebut mencapai US$26,3 miliar.

Dari total ekspor Indonesia tahun 2023 sebesar US$282 miliar, kontribusi makanan hewan masih di angka US$8,2 juta.

“Artinya kita masih kecil sekali. Padahal peluang pasarnya sangat besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pasar domestik maupun ekspor sama-sama memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, ia juga menyoroti masih tingginya dominasi produk impor di dalam negeri.

“Kucing boleh impor, tetapi makanannya harus lokal,” tegasnya.

Menurut Budi, ekspor menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Sepanjang 2023, nilai ekspor Indonesia tumbuh 6,5% menjadi US$282 miliar. Meski demikian, sektor makanan hewan dinilai masih perlu didorong agar kontribusinya meningkat.

Perjanjian Dagang Jadi Kunci

Untuk memperluas akses pasar, pemerintah telah mengimplementasikan 20 perjanjian dagang, 19 lainnya masih dalam proses negosiasi, serta 11 dalam tahap ratifikasi. Salah satunya adalah Indonesia–Uni Eropa CEPA (IU-CEPA) yang mencakup 27 negara dengan populasi lebih dari 400 juta jiwa.

“Dengan perjanjian dagang, banyak komoditas kita bisa mendapat tarif 0 persen. Ini kesempatan besar bagi para eksportir, termasuk produk makanan hewan,” jelas Budi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Soroti Praktik Gadai KJP Jelang Ramadhan
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Gol bunuh diri menangkan Villa, Burnley bungkam Crystal Palace
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Identitas Maling di Hotel Bintang 5 Sudah Diketahui, Kini Diburu Polisi
• 11 jam laludetik.com
thumb
35 Daerah Lepas dari Status Darurat Sampah, KLH Dorong Solusi Mandiri dan Modern
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Meski Tanpa Ronaldo, Al Nassr Tetap Perkasa Bungkam Arkadag di ACL Two, Abdullah Al-Hamddan Cetak Gol
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.