Jakarta, VIVA – Mobilitas pelajar dan tenaga kerja lintas negara yang terus meningkat ikut mengubah wajah profesi pengajar bahasa Inggris. Jika dulu kemampuan berbahasa Inggris dianggap cukup, kini pasar kerja internasional menuntut standar kompetensi mengajar yang lebih terukur dan diakui secara global.
Salah satu kualifikasi yang paling sering disebut dalam lowongan pengajar bahasa Inggris internasional adalah Cambridge CELTA (Certificate in Teaching English to Speakers of Other Languages). Berbeda dari pelatihan berbasis teori, program ini dikenal karena menitikberatkan praktik mengajar langsung di kelas dengan sistem evaluasi terstruktur. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Program CELTA dirancang dengan durasi minimal 120 jam pelatihan. Di dalamnya, peserta tidak hanya mempelajari teori dasar pengajaran bahasa, tetapi juga menjalani praktik mengajar nyata yang dinilai oleh tutor bersertifikasi. Peserta mendapatkan umpan balik terstruktur, menyusun rencana pembelajaran (lesson planning), menganalisis bahasa, serta melatih pengelolaan kelas dan refleksi profesional.
Model pelatihan seperti ini dinilai relevan dengan kebutuhan industri pendidikan global yang semakin menekankan kesiapan praktik. Terutama di era pembelajaran digital dan kelas multikultural, pengajar dituntut adaptif dan mampu merancang pembelajaran yang efektif dalam berbagai konteks.
Cambridge English dalam rilis resminya melaporkan hasil studi terhadap 200 iklan lowongan pengajaran bahasa Inggris (ELT) di 41 negara sepanjang Januari–September 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa CELTA dicantumkan dalam 63,5 persen iklan tersebut. Data ini memperlihatkan bahwa sertifikasi berbasis praktik semakin menjadi patokan kualitas minimum di pasar kerja internasional.
Dampak pada Karier dan Profesionalisme
Bagi banyak pengajar, nilai tambah sertifikasi seperti CELTA bukan hanya pada dokumen kelulusan, melainkan pada perubahan cara mengajar. Pola perencanaan yang sistematis, kebiasaan refleksi, dan evaluasi berkelanjutan menjadi bagian dari budaya profesional yang dibentuk selama pelatihan.
Asri Nurul Qodri, yang kini melanjutkan studi Linguistics di Arizona State University, Tempe, Amerika Serikat, menilai pelatihan ini membentuk fondasi kariernya.
“Saya memandang CELTA sebagai salah satu pelatihan inti yang sangat penting bagi mereka yang ingin memulai karier di bidang ESL/EFL. Teknik pengajaran dan pengetahuan yang saya dapatkan berkontribusi besar terhadap filosofi mengajar saya dan kemampuan saya dalam menghadapi berbagai situasi kelas,” ujar Asri dalam keterangannya dikutip Jumat 13 Februari 2026.





