Pilot dan Kopilot Smart Aviation menjadi korban serangan oleh KKB di Bandara Koroway, Papua Selatan, Rabu (11/2). Saat itu, pesawat Smart Aviation baru saja mendarat di Bandara Koroway Batu.
Pesawat jenis Cessna Caravan itu dipiloti oleh Egon Erawan dan kopilot Baskoro. Setelah tembakan itu, Egon dan Baskoro serta penumpang yang lari ke hutan.
Namun nahas, Egon dan Baskoro tewas dalam peristiwa itu. Mereka tertangkap saat melarikan diri ke hutan lalu dieksekusi oleh pelaku. Sementara 13 penumpang yang merupakan warga lokal selamat.
Pelaku diduga berasal dari KKB Yahukimo yang dikenal dengan sebutan Batalyon Semut Merah dan Batalyon Kanibal. Kelompok ini dipimpin oleh Elkius Kobak. Polisi masih memburu para pelaku.
Peristiwa ini meninggalkan catatan dan duka mendalam. Baik untuk keluarga, maupun awal penerbangan di Indonesia.
Isak Tangis Sambut Jenazah di Rumah DukaJenazah Baskoro tiba sekitar pukul 18.32 WIB, kemarin, di rumah duka. Duka menyelimuti kedatangan jenazah.
Keluarga dan kerabat Baskoro membantu mengangkat peti jenazah dari dalam ambulans untuk disemayamkan di rumah duka. Isak tangis keluarga dan kerabat pun tak terbendung saat jenazah Baskoro dibawa masuk.
Paman Baskoro, Doni Widiatmoko, mengungkapkan kabar duka pertama kali datang pada Rabu (11/2) siang. Kabar tersebut datang dari senior Baskoro.
"Kemarin siang itu diberi tahu dari saudara yang kebetulan seniornya Baskoro yang ada di penerbangan yang sama. Jadi diberi tahu kalau ada insiden di sana," kata Doni saat ditemui.
Doni bilang, sempat ada sinyal GPS terdeteksi dari pesawat yang ditumpangi Baskoro untuk meminta tolong. Namun, rupanya, takdir berkata lain.
"Nah, sempet diberi tahu juga apa, masih ada sinyal. Sinyal itu ya GPS itu ya, masih berharap ada ini, ada pertolongan lah. Ternyata setelah itu baru dapat kabar lagi sudah gugur katanya," ungkap dia.
Doni mengatakan, jenazah Baskoro akan dimakamkan pada Jumat (13/2) pukul 15.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa.
Karangan Bunga Penuhi Rumah DukaSejumlah karangan bunga membanjiri rumah duka Baskoro. Mulai dari Asintel Kasal Laksda TNI Akmal hingga Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa. Ada pula sejumlah karangan bunga lainnya yang datang dari kolega Baskoro dan keluarga.
Sejumlah pelayat juga sudah mulai berdatangan. Sementara jenazah Baskoro masih dalam perjalanan menuju rumah duka.
Keluarga Kopilot Smart Av Sayangkan Bandara Tak DijagaPihak keluarga menyesalkan penembakan terjadi di bandara sipil. Paman Baskoro, Doni Widiatmoko, mengatakan seharusnya setiap bandara mendapat pengamanan.
"Ya sedih, karena kok dapat tugas di tempat bandara yang tidak ada pengamanan. Mestinya penerbangan sipil ada pengamanan di sana," kata Doni.
Keluarga berharap pemerintah bisa mengatasi masalah ini, terutama terkait penerbangan di Papua.
"Ya pemerintah seriuslah menangani kasus Papua, masa penerbangan sipil tidak dijaga. Itu yang paling berat buat kita," jelas dia.
Ikatan Pilot Minta Pengamanan Penerbangan DiperketatIkatan Pilot Indonesia (IPI) mendesak pemerintah bersama Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP) memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan di seluruh wilayah Papua.
Dewan Kehormatan IPI, Capt. Rama Noya, menegaskan serangan terhadap pilot sipil bukan sekadar tindak kriminal biasa, tetapi ancaman serius bagi dunia penerbangan nasional.
“Karena itu, kami mengimbau semua pihak, baik TNI/Polri maupun masyarakat adat Papua, untuk bisa menjaga keselamatan pilot yang telah melakukan pelayanan kepada masyarakat,” kata Rama saat konferensi pers di Bintaro, Kamis (12/2).
Rama menuturkan pihaknya sudah lama mendorong perbaikan sistem keamanan penerbangan di Papua, mengingat wilayah tersebut memiliki tingkat risiko tinggi dan sangat bergantung pada jalur udara.
Ia menyebut IPI bahkan telah melakukan berbagai kajian dan forum diskusi sejak beberapa tahun terakhir, termasuk melalui seminar keamanan penerbangan di Jayapura pada 2022.
“Sudah dilakukan berbagai kajian terhadap keamanan penerbangan di daerah berisiko tinggi. Seminar di Jayapura tahun 2022 menghasilkan rekomendasi implementasi keamanan penerbangan di Papua,” ujarnya.
Menurut Rama, pembunuhan terhadap pilot sipil menjadi peringatan keras yang tidak bisa dianggap sepele. Ia meminta penanganan serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kami juga meminta agar ada penanganan yang lebih serius karena kejadian pembunuhan terhadap pilot ini sangat fatal dan kami tidak ingin ini terjadi lagi,” tuturnya.
“Kami pilot sipil di sini memberikan pelayanan. Karenanya, kami meminta keamanan kami dapat dijaga. Rekomendasi dari kami juga sudah ada yang dipenuhi oleh pemerintah, tetapi masih ada kekurangan,” tegasnya.
Polisi Buru PelakuPolisi telah menguasai kembali Bandara Koroway Batu, Papua Selatan, usai penembakan. Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengatakan pengamanan bandara dilakukan untuk mencegah situasi tidak meluas.
"Sejak pagi personel kami sudah berhasil mengamankan area bandara dan mengevakuasi kedua korban ke Timika. Keselamatan masyarakat dan stabilitas wilayah menjadi prioritas utama kami," kata Faizal dalam keterangannya, Kamis (12/2).
Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo,menjelaskan pengamanan bandara dilakukan secara bersama TNI.
"Alhamdulillah, pagi ini pasukan sudah masuk dan mengamankan lokasi termasuk pesawat. Evakuasi korban sudah selesai dilaksanakan. Saat ini kami fokus pada sterilisasi area dan memastikan situasi benar-benar kondusif," jelas Yusuf.
Sebanyak 20 personel Operasi Damai Cartenz diterjunkan ke lokasi dibantu 12 prajurit Kopasgat TNI AU. Koordinasi dengan pihak TNI AD juga dilakukan dalam rangka pengamanan bandara.
Imbas kejadian tersebut, 39 warga sekitar bandara sempat mengungsi ke daerah Senggo karena ketakutan. Sementara ini, penerbangan dari Tanah Merah menuju Bandara Koroway Batu dihentikan hingga situasi dinyatakan sepenuhnya aman.
“Setelah area kami amankan dan situasi dinyatakan kondusif, kami berharap warga yang mengungsi dapat kembali dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan seperti biasa,” jelas Yusuf.
Di sisi lain, polisi juga masih memburu KKB yang diduga melakukan penembakan. KKB tersebut diduga berasal dari Yahukimo yang dikenal dengan sebutan Batalyon Kanibal dan Batalyon Semut Merah pimpinan Elkius Kobak.
"Saat ini penyelidikan dan penegakan hukum terus berjalan secara terukur dan profesional. Aparat menegaskan bahwa negara hadir bukan hanya untuk menindak, tetapi juga untuk melindungi dan memulihkan rasa aman masyarakat," jelas Yusuf.





