JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Kementerian BUMN periode 2005–2010, Said Didu, menegaskan dirinya tidak akan menjadi juru bicara Presiden, meski mengaku siap mendukung agenda pengembalian kedaulatan bangsa.
Dalam program ROSI, Said menyatakan memilih berada di luar kekuasaan untuk membantu pemerintahan dari sisi masyarakat.
Ia menilai, kondisi bangsa saat ini membutuhkan pemimpin yang kuat untuk menghentikan berbagai kerusakan yang terjadi.
Said juga mengingatkan agar publik tidak lagi terjebak dalam dukung-mendukung figur politik tertentu.
“Hentikan sekarang kita mendukung si A, si B, si C. Karena faktanya oligarki juga di belakang mereka,” katanya.
Dalam menggambarkan karakter Presiden, Said melontarkan analogi unik.
“Pak Prabowo itu otaknya Rambo, hatinya Rinto,” ujarnya.
Maksudnya, kata Said, Presiden Prabowo memiliki semangat keras untuk memperbaiki keadaan seperti Rambo, namun memiliki kasih seperti lagu-lagu Rinto.
Said Didu menambahkan Prabowo tidak mudah menghukum orang, tapi tidak melindungi orang yang berkasus hukum.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/4GYHWzpg3w8
#prabowo #saiddidu #politik
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- prabowo
- said didu
- presiden
- rambo
- jubir





