TABLOIDBINTANG.COM - Menjaga tubuh tetap segar selama Ramadan tak cukup hanya dengan makan bergizi. Asupan cairan yang tepat jadi kunci agar tak mudah lemas dan kehilangan fokus saat berpuasa.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Cut M.Gizi, SpGK, FINEM, AIFO-K, CSNC, CHt, menegaskan bahwa dehidrasi ringan kerap tak disadari. Padahal, dampaknya bisa mengganggu aktivitas harian.
“Puasa bukan alasan produktivitas menurun. Kalau pola minum diatur dengan baik, tubuh tetap bugar. Sulit konsentrasi dan cepat lelah saat puasa bisa jadi tanda awal dehidrasi ringan,” ujar dr. Cut dalam peluncuran kampanye 3–2–1 AQUVIVA di Primaya, Slipi, Jakarta barat, Kamis (12/2).
Selama 12–14 jam tanpa asupan cairan, tubuh membutuhkan strategi minum yang terencana. dr. Cut menyarankan pembagian waktu minum saat berbuka, setelah tarawih, dan saat sahur agar kebutuhan cairan harian tetap terpenuhi.
Untuk memudahkan masyarakat, AQUVIVA memperkenalkan kampanye 3-2-1, yakni konsumsi 3 botol AQUVIVA ukuran 700 ml yang setara sekitar dua liter air per hari.
Senior Brand Manager AQUVIVA, Devi Chrisnatalia, mengatakan program ini dirancang agar pola hidrasi lebih mudah diingat dan diterapkan.
“Melalui program 3-2-1, kami ingin membantu masyarakat menjaga keseimbangan cairan tubuh selama Ramadan sehingga tetap nyaman dan segar saat beraktivitas,” jelas Devi.
Data menunjukkan kebutuhan cairan orang dewasa rata-rata 2–2,5 liter per hari, namun masih banyak yang belum memenuhinya secara konsisten.
Karena itu, pengaturan minum yang sederhana dan terukur menjadi langkah penting agar puasa tetap lancar dan tubuh tetap prima.
7 Tips Jaga Hidrasi Selama Ramadan
Selain mengatur waktu minum, dr. Cut membagikan tujuh langkah sederhana agar tubuh tetap terhidrasi optimal:
1. Memilih air minum yang higienis dan berkualitas.
2. Minum secara teratur sesuai pembagian waktu.
3. Mencukupi cairan sebelum beraktivitas di luar ruangan.
4. Menambah asupan cairan setelah berolahraga di waktu berbuka.
5. Membawa persediaan air minum sendiri agar konsumsi lebih terkontrol.
6. Mengonsumsi sayur dan buah yang tinggi kandungan air.
7. Memastikan waktu tidur cukup demi menjaga keseimbangan tubuh.
Dr Cut menegaskan, perubahan pola aktivitas selama Ramadan, termasuk waktu tidur dan makan, harus dibarengi pengelolaan cairan yang baik.
“Hidrasi yang cukup dan diminum secara berkala membantu fungsi tubuh tetap optimal, membuat tubuh terasa lebih segar, serta mendukung produktivitas harian,” jelasnya.




