Hukum Maaf-maafan Jelang Ramadan 2026, Sunnah atau Sekadar Tradisi?

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Menjelang Ramadan 2026, ucapan permintaan maaf kembali ramai beredar di media sosial dan grup percakapan. Fenomena ini kerap dianggap sebagai tradisi tahunan umat Islam sebelum memasuki bulan suci.

Tidak sedikit yang bertanya, apakah maaf-maafan jelang Ramadan 2026 memiliki dasar syariat atau hanya kebiasaan sosial? Dalam khasanah Islam, praktik saling memaafkan memang dianjurkan, tetapi tidak selalu dikaitkan dengan momentum tertentu.

Pertanyaan ini pernah dibahas dalam rubrik tanya jawab keislaman yang diasuh akademisi bidang perbandingan mazhab. Penjelasan tersebut menjadi relevan kembali untuk memahami hukum maaf-maafan jelang Ramadan 2026 secara proporsional.

Dalam pembahasan seputar Ramadan 2026, dijelaskan bahwa tidak ada tradisi khusus dari Nabi Muhammad SAW untuk meminta maaf di akhir bulan Sya’ban. Artinya, tidak ditemukan riwayat yang menyebutkan Rasulullah memiliki kebiasaan khusus bermaaf-maafan menjelang masuknya bulan puasa.

Tidak Ada Tradisi Khusus

Secara tegas disebutkan bahwa tidak ada sunnah Nabi yang secara spesifik memerintahkan permintaan maaf massal di akhir Sya’ban. Karena itu, praktik maaf-maafan jelang Ramadan 2026 tidak bisa dikategorikan sebagai ibadah khusus yang memiliki tuntunan tertentu.

Namun demikian, Islam sangat menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan antarsesama manusia. Dalam konteks ukhuwah islamiyah dan nilai humanisme, meminta maaf adalah kewajiban apabila seseorang merasa telah berbuat zalim atau bersalah kepada saudaranya.

Momentum Ramadan 2026 sering dimanfaatkan untuk membersihkan hati. Dalam tradisi tasawuf, memaafkan kesalahan lahiriah (dosa dhahiriyah) dipandang sebagai bagian dari sikap zuhud dan upaya menjaga kebersihan hati. Sementara itu, dosa batin seperti dengki, hasad, dan iri hati justru menjadi fokus utama yang harus dihilangkan.

Dalil Hadis tentang Kewajiban Meminta Maaf

Kewajiban meminta maaf memiliki landasan kuat dalam hadis Nabi. Dalam riwayat Imam Bukhari disebutkan:

“Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apa pun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari di mana tidak ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zhalimi.” (HR. Bukhari no. 2449).

 

Hadis ini menegaskan bahwa meminta maaf adalah kewajiban ketika seseorang melakukan kesalahan nyata. Prinsip ini tentu tetap berlaku menjelang Ramadan 2026 maupun di luar bulan tersebut.

Namun, meminta maaf kepada semua orang tanpa sebab yang jelas tidak pernah diajarkan secara khusus dalam Islam. Dikutip Tribun Video, Kamis (12/2/2026), tindakan seperti itu berpotensi masuk dalam kategori ghuluw atau sikap berlebihan dalam beragama.

 

Dalam hadis lain disebutkan, “Sesungguhnya Allah telah memaafkan umatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa.” (HR. Ibnu Majah no. 1675, Al Baihaqi 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla 4/4, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah). Karena itu, umat Islam perlu berhati-hati agar tidak menjadikan tradisi maaf-maafan sebagai ritual wajib tahunan yang dianggap bagian dari syariat.

Alasan Psikologis dan Spiritual

Meski bukan tuntunan khusus, banyak orang melakukan maaf-maafan sebelum Ramadan 2026 dengan tujuan menenangkan hati. Membersihkan perasaan dianggap membantu menjalani ibadah shaum dengan lebih khusyuk.

Beberapa orang meyakini bahwa dengan saling memaafkan, doa menjadi lebih mudah dikabulkan dan ibadah terasa lebih ringan. Menghilangkan iri, dengki, dan hasad memang menjadi tujuan utama dalam menyambut bulan suci.

Namun perlu dipahami, meminta maaf seharusnya dilakukan segera setelah melakukan kesalahan, bukan menunggu Ramadan 2026 atau momentum tertentu. Ada kekhawatiran seseorang meninggal dunia sebelum sempat menyelesaikan urusan dengan sesamanya.

Dalil Al-Qur’an tentang Pemaafan

Sebagaimana dikutip dari Tribun Sumsel, Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 178:

شَىْءٌ فَٱتِّبَاعٌۢ بِٱلْمَعْرُوفِ وَأَدَآءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَٰنٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ ٱعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُۥ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita.

 

Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula).

Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih." (QS Al Baqarah ayat 178)

Ayat ini menegaskan bahwa pemaafan adalah bentuk rahmat dan keringanan dari Allah SWT. Nilai tersebut tentu sangat relevan dalam menyambut Ramadan 2026, tetapi bukan berarti harus diwujudkan dalam bentuk seremoni khusus.

Secara garis besar, maaf-maafan jelang Ramadan 2026 bukanlah sunnah Nabi yang memiliki tata cara khusus. Bermaaf-maafan bukan ibadah spesifik yang diwajibkan menjelang bulan puasa.

Namun, meminta maaf ketika melakukan kesalahan adalah kewajiban yang jelas dalam Islam. Jika memang ada kesalahan menjelang Ramadan 2026, maka segeralah meminta maaf atau memberi maaf saat itu juga.

Momentum Ramadan 2026 dapat dimanfaatkan sebagai sarana introspeksi dan pembersihan hati. Tetapi praktik tersebut harus tetap berada dalam koridor syariat dan tidak berubah menjadi sikap berlebihan dalam beragama. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
100 Siswa TK di Sumenep Belajar Dunia Perhotelan Lewat “Outdoor Learning Festival” di MYZE Hotel
• 13 jam laluerabaru.net
thumb
Niat Puasa Ramadan Beserta Lafal dan Hal yang Harus Diperhatikan
• 14 menit lalumedcom.id
thumb
Perkuat Layanan Kesehatan Nias Barat, Bobby Nasution Sekolahkan Lima Dokter Jadi Spesialis
• 16 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Ramalan Cuaca Jakarta Hari Ini, BMKG: Hujan saat Malam
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Performa Jeblok Persib Bandung di ACL 2! Lain Cerita Jika Sergio Ramos dan Ole Romeny Gabung
• 15 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.