Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Stella Christie menekankan peran penting konselor perguruan tinggi (college counselors) dalam sistem pendidikan agar siswa dan siswi di tanah air mampu bersaing untuk berkuliah di perguruan tinggi top dunia.
"College counselors adalah tulang punggung dari transformasi sekolah. Meski siswa dituntut mencari informasi secara mandiri, keberhasilan mereka menembus kampus impian sangat bergantung pada strategi dan motivasi yang diberikan oleh para konselor. Saya harap para konselor lebih aktif melakukan pendampingan intensif," kata dia melalui keterangan di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan hal tersebut dalam kunjungan ke Sekolah Garuda Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Gorontalo, Rabu (11/2).
Ia menekankan bahwa kecerdasan saja tidak cukup untuk menembus kampus top dunia, akan tetapi dibutuhkan strategi matang dan persiapan sejak dini.
Baca juga: Wamendiktisaintek paparkan strategi pembangunan budaya ilmiah unggul
Menurut dia, representasi mahasiswa Indonesia di kampus elite dunia dibandingkan dengan negara tetangga masih rendah.
"Saat ini, hanya ada sekitar 8.000 mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Amerika Serikat. Bandingkan dengan Vietnam yang memiliki penduduk jauh lebih sedikit dari kita, namun mampu mengirimkan 60.000 mahasiswa ke sana. China bahkan mencapai 300.000 orang," ujarnya.
Maka dari itu, ia meminta siswa untuk mulai memetakan kalender pendaftaran internasional dan aktif berkonsultasi dengan pendamping sekolah.
Ia menekankan bahwa perjuangan pemerintah dalam mereformasi pendidikan tinggi dilakukan demi masa depan generasi muda sebagai investasi bangsa.
"Kalianlah yang akan membangun bangsa ini. Berjuanglah yang terbaik, karena pada akhirnya, hasil ini adalah untuk masa depan kalian sendiri," ucap Stella Christie.
Baca juga: Kemdiktisaintek siapkan lahan untuk Sekolah Garuda di Boalemo
Baca juga: Pemerintah siapkan rumah dinas bagi guru Sekolah Garuda baru
"College counselors adalah tulang punggung dari transformasi sekolah. Meski siswa dituntut mencari informasi secara mandiri, keberhasilan mereka menembus kampus impian sangat bergantung pada strategi dan motivasi yang diberikan oleh para konselor. Saya harap para konselor lebih aktif melakukan pendampingan intensif," kata dia melalui keterangan di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan hal tersebut dalam kunjungan ke Sekolah Garuda Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Gorontalo, Rabu (11/2).
Ia menekankan bahwa kecerdasan saja tidak cukup untuk menembus kampus top dunia, akan tetapi dibutuhkan strategi matang dan persiapan sejak dini.
Baca juga: Wamendiktisaintek paparkan strategi pembangunan budaya ilmiah unggul
Menurut dia, representasi mahasiswa Indonesia di kampus elite dunia dibandingkan dengan negara tetangga masih rendah.
"Saat ini, hanya ada sekitar 8.000 mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Amerika Serikat. Bandingkan dengan Vietnam yang memiliki penduduk jauh lebih sedikit dari kita, namun mampu mengirimkan 60.000 mahasiswa ke sana. China bahkan mencapai 300.000 orang," ujarnya.
Maka dari itu, ia meminta siswa untuk mulai memetakan kalender pendaftaran internasional dan aktif berkonsultasi dengan pendamping sekolah.
Ia menekankan bahwa perjuangan pemerintah dalam mereformasi pendidikan tinggi dilakukan demi masa depan generasi muda sebagai investasi bangsa.
"Kalianlah yang akan membangun bangsa ini. Berjuanglah yang terbaik, karena pada akhirnya, hasil ini adalah untuk masa depan kalian sendiri," ucap Stella Christie.
Baca juga: Kemdiktisaintek siapkan lahan untuk Sekolah Garuda di Boalemo
Baca juga: Pemerintah siapkan rumah dinas bagi guru Sekolah Garuda baru





