Grid.ID - Pemudik Lebaran 2026 diimbau untuk tidak berangkat secara bersamaan pada jam-jam favorit. Pasalnya, ada waktu tertentu yang diprediksi menjadi periode rawan kepadatan di jalan tol.
Korlantas Polri bersama Jasa Marga telah memetakan potensi lonjakan kendaraan selama arus mudik. Salah satu perhatian utama adalah kepadatan yang kerap terjadi pada pagi hari.
Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana, menyebutkan bahwa jam 07.00 hingga 10.00 pagi menjadi waktu favorit masyarakat untuk memulai perjalanan. Kondisi ini berpotensi memicu penumpukan kendaraan di sejumlah ruas tol dan rest area.
“Biasanya dari jam 07.00 sampai 10.00 pagi ini menjadi waktu favorit masyarakat untuk melakukan perjalanan di jalan tol,” ujar Lisye yang ditemui di Kantor Google Indonesia, Kamis (12/2/2026).
Ia mengimbau masyarakat agar lebih fleksibel dalam menentukan waktu keberangkatan. Dengan menghindari jam favorit tersebut, potensi terjebak kemacetan bisa diminimalkan.
Selain waktu keberangkatan, pemudik juga diminta memperhatikan titik-titik rawan seperti gerbang tol dan rest area. Penumpukan kendaraan di lokasi tersebut sering kali memperlambat arus lalu lintas secara keseluruhan.
Kasubagdalops Bagops Korlantas Polri, AKBP Renaldi Oktavian, menegaskan bahwa pihaknya akan menerapkan manajemen rekayasa lalu lintas sesuai kondisi di lapangan. Skema seperti one way dan contra flow tetap disiapkan jika terjadi lonjakan signifikan.
“Manajemen rekayasa lalu lintas ini harus disampaikan kepada masyarakat supaya memiliki acuan dalam merencanakan perjalanan,” kata Renaldi.
Ia menjelaskan, ketika rekayasa one way diberlakukan, sebagian kendaraan akan dialihkan ke jalur arteri. Karena itu, pemantauan tidak hanya dilakukan di jalan tol, tetapi juga di jalur alternatif.
Korlantas juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan informasi terbaru bisa segera diketahui masyarakat. Data tersebut nantinya akan terintegrasi dengan platform digital seperti Google Maps dan aplikasi Travoy.
Melalui aplikasi tersebut, pemudik dapat melihat kondisi lalu lintas secara real-time. Informasi mengenai tarif tol, estimasi durasi perjalanan, hingga kepadatan di rest area juga tersedia.
Dengan prediksi pergerakan nasional yang kembali menyentuh angka ratusan juta orang, perencanaan perjalanan menjadi hal krusial. Mengatur waktu keberangkatan secara cermat diyakini dapat membantu mengurangi beban di jam-jam puncak.
Korlantas dan Jasa Marga pun kembali mengingatkan agar masyarakat tidak berangkat secara bersamaan. Perjalanan yang direncanakan dengan baik akan membuat arus mudik 2026 lebih tertib, aman, dan nyaman bagi semua pengguna jalan. (*)
Artikel Asli




