Perundingan Nuklir AS–Iran Masih Diwarnai Perbedaan Tajam, Trump Kembali Peringatkan Teheran

erabaru.net
16 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, Menteri Luar Negeri Iran pada Rabu (11 Februari) menegaskan bahwa perundingan antara Teheran dan Washington tidak akan mencakup program rudal balistik Iran.

Pada saat yang sama, Presiden AS Donald Trump kembali menyampaikan peringatan kepada pemerintah Iran.

Pertemuan Trump–Netanyahu di Washington

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu dengan Presiden Trump di Washington.

Setelah pertemuan tersebut, Trump menulis di platform Truth Social bahwa pembicaraannya dengan Netanyahu berlangsung sangat baik. Ia juga menyebut bahwa keduanya membahas kemajuan signifikan terkait Gaza serta proses perdamaian di seluruh kawasan Timur Tengah.

Dalam unggahannya, Trump menyatakan: “Selain saya tetap bersikeras untuk melanjutkan perundingan dengan Iran guna melihat apakah kesepakatan bisa tercapai, tidak ada kesimpulan akhir yang dicapai dalam pertemuan ini. Jika kesepakatan dapat diraih, saya telah menyampaikan kepada Perdana Menteri bahwa itu adalah opsi pilihan saya. Jika tidak tercapai, maka kita hanya bisa menunggu dan melihat perkembangan selanjutnya.”

Namun, Trump juga kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Iran. Ia menulis:

“Terakhir kali Iran memilih untuk tidak menandatangani kesepakatan, hasilnya adalah serangan tengah malam—dan itu tidak baik bagi mereka. Semoga kali ini mereka lebih rasional dan bertanggung jawab.”

Israel Ingin Perluas Ruang Lingkup Negosiasi

Sejumlah pihak memperkirakan bahwa Netanyahu akan mendesak Amerika Serikat untuk memperluas cakupan perundingan nuklir dengan Iran.

Selain program nuklir, Israel ingin agar pembahasan juga mencakup pembatasan arsenal rudal Iran serta upaya mengurangi ancaman keamanan lainnya yang dinilai berasal dari Teheran.

Iran Tegaskan Rudal Tak Akan Dinegosiasikan

Di hari yang sama, dalam sebuah peringatan Revolusi Islam 1979 di Teheran, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kembali menyampaikan sikap tegas terkait isu perundingan dengan Amerika Serikat.

Araghchi mengatakan: “Tidak seorang pun dapat mengambil tindakan terhadap rudal kami. Program rudal tidak termasuk dalam ruang lingkup perundingan, dan ke depan pun tidak akan dimasukkan.”

Pernyataan tersebut menegaskan adanya perbedaan mendasar antara kedua pihak, terutama terkait isu rudal balistik yang menjadi salah satu perhatian utama Washington dan Tel Aviv.

Trump: Armada Besar Menuju Iran

Sebelumnya, dalam wawancara dengan Fox Business, Presiden Trump menyatakan bahwa Iran sebenarnya ingin mencapai kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat.

Trump mengatakan: “Kalian semua tahu, saat ini ada armada besar yang sedang menuju Iran. Kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya. Saya pikir mereka ingin mencapai kesepakatan. Jika mereka menolak bernegosiasi, itu sangat bodoh. Terakhir kali kami menghancurkan kemampuan nuklir mereka. Apakah kali ini akan diambil langkah yang lebih keras, masih harus dilihat.”

Pengerahan Militer dan Peran Oman

Ketegangan semakin meningkat setelah Amerika Serikat mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln, sejumlah kapal perang, serta tambahan kekuatan militer ke kawasan Timur Tengah.

Di tengah situasi tersebut, seorang pejabat tinggi keamanan Iran pada Selasa (10 Februari) melakukan kunjungan ke Oman. Oman selama ini dikenal sebagai salah satu mediator dalam perundingan terkait program nuklir Iran, dengan tujuan meredakan ketegangan dan mencegah kemungkinan serangan militer AS terhadap Iran. (Jhon)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Vaksinasi Flu: Waktu Terbaik dan Prosedur Lengkap!
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
KPK Ungkap Sudewo Cs dan Keluarga Intervensi Rekrutmen Perangkat Desa
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia Economic Outlook, Muhaimin Tekankan Agenda Pemberdayaan
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Jangan Serang Kebijakan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
BGN Tegaskan Mitra Wajib Siapkan Ruang Istirahat dan Peralatan Baru di SPPG
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.