Ramadan sebentar lagi, dan mungkin sudah banyak keluarga mulai menyiapkan hidangan dalam jumlah besar untuk stok sahur agar lebih praktis. Ya, memasak sekaligus dalam jumlah banyak memang menghemat waktu, tapi hal ini sering kali membuat kita harus menghangatkan makanan berkali-kali sebelum disantap.
Lantas, apakah aman jika makanan dihangatkan berkali-kali? Menurut ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, agar kandungan gizi dalam makanan tetap terjaga, sebaiknya makanan yang akan disimpan dipisahkan sejak awal proses memasak, bukan setelah matang.
“Kalau kita ingin menyimpan makanan, sebaiknya itu dilakukan di awal, maksudnya bukan makanan sisa yang disimpan lalu dipanaskan nah itu enggak terlalu baik,” kata Rita, seperti dikutip dari Antara, Jumat (13/2).
Rita mencontohkan, untuk makanan seperti rendang dan opor, cara penyimpanannya pun berbeda. Rendang sebaiknya disimpan saat masih dalam tahap kalio (rendang setengah jadi) atau gulai. Nantinya, bagian yang ingin disimpan bisa dipisahkan terlebih dahulu, sementara sisanya tinggal dimasak sampai matang.
Sedangkan untuk opor, penyimpanannya bisa dilakukan saat masakan sudah mencapai satu kali titik didih, sehingga aman dipanaskan ulang tanpa merusak gizinya.
“Kita sudah memisahkan dari awal, mana yang enggak akan habis (dan) yang akan disimpan sebagian, mana yang memang sekali masak itu langsung habis. Itu tips supaya tidak terjadi kerusakan,” jelas Ketua Pengurus Pusat Indonesian Sport Nutritionist Association (PP ISNA) Periode 2019-2024 itu.
Namun, Rita juga menekankan bahwa makanan yang dimasak lama perlu diperhatikan saat dipanaskan ulang, terutama rendang yang melalui proses pemasakan panjang dengan santan dan paparan suhu tinggi.
Meskipun santan relatif stabil untuk dipanaskan berulang karena mengandung lemak MCT, proses pemasakan rendang yang sudah lama tetap berisiko merusak kandungan gizi dan membentuk senyawa kimia tertentu.
“Kalau dalam proses awal aja udah dipanaskan lama seperti pembuatan rendang, ketika dipanaskan berulang tentu sudah makin memicu terjadinya kerusakan zat gizi. Tapi dengan menggunakan santan dipanaskan berupa misalnya sayur lodeh itu kan hanya dipanaskan sebentar, hanya satu kali titik didih. Itu masih boleh untuk dipanaskan ulang masih tidak merusak,” kata dia.





