Bisnis.com, JAKARTA — Emiten telekomunikasi PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) menyampaikan laporan keuangan untuk periode tahun penuh 2025. EXCL berbalik rugi Rp4,4 triliun sepanjang tahun 2025.
Melansir laporan keuangannya, EXCL melaporkan rugi bersih sebesar Rp4,42 triliun pada 2025, berbalik dari laba bersih sebesar Rp1,81 triliun pada 2024.
Rugi bersih ini salah satunya didorong oleh pos beban yang lebih besar dari pendapatan perseroan. EXCL mencatatkan peningkatan beban Rp43,5 triliun, atau naik 52,21% secara tahunan dari sebelumnya Rp28,6 triliun.
Sementara itu, pendapatan EXCL sepanjang 2025 adalah sebesar Rp42,4 triliun, naik 23,42% dari periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp34,39 triliun.
EXCL mencatatkan pendapatan jasa GSM mobile dan jaringan telekomunikasi sebesar Rp41,91 triliun, yang terdiri dari pendapatan data dan layanan digital senilai Rp38,5 triliun, percakapan dan SMS sebesar Rp738,19 miliar, dan jasa interkoneksi dan jasa telekomunikasi lainnya sebesar Rp2,6 triliun.
Lalu pendapatan dari segmen manages service dan jasa teknologi informasi sebesar Rp529,44 miliar. Pendapatan ini terdiri dari managed service sebesar Rp404,06 miliar, dan jasa teknologi informasi senilai Rp125,38 miliar.
Baca Juga
- XLSMART (EXCL) Targetkan 88 Kota Terselimuti Jaringan Ultra 5G+ Tahun Ini
- XLSMART (EXCL) Pastikan Punya Sistem dan Teknologi yang Siap Adopsi Biometrik
- Jurus XLSmart (EXCL) Pacu Pertumbuhan Pendapatan 2026
Adapun sampai akhir tahun 2025, EXCL mencatatkan peningkatan signifikan terkait jumlah aset. Jumlah aset EXCL naik menjadi Rp115,3 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp86,17 triliun pada tahun 2024.
Kemudian jumlah liabilitas EXCL jangka pendek juga naik menjadi Rp31,8 triliun, dari sebelumnya Rp21,01 triliun secara tahunan. Jumlah liabilitas jangka panjang EXCL tercatat sebesar Rp53,4 triliun akhir 2025, dari Rp38,93 triliun akhir 2024.
Adapun jumlah ekuitas EXCL tercatat sebesar Rp30 triliun pada 2025, naik dari Rp26,2 triliun pada 2024.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





