ACEH TENGAH, iNews.id – Fenomena alam lubang raksasa atau sinkhole di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, semakin meluas. Tanah ambles tersebut terus melebar dan menelan lahan pertanian serta perkebunan produktif milik warga.
Pergerakan tanah yang hingga kini belum berhenti memicu ancaman serius bagi permukiman dan sumber penghidupan masyarakat di kawasan tersebut.
Lubang raksasa yang sebelumnya diperkirakan memiliki luas mencapai 3.000 meter persegi kini dilaporkan terus meluas secara signifikan. Longsoran di pinggir tebing lubang tersebut menggerus lahan pertanian warga dengan kecepatan satu hingga lima meter setiap harinya.
Kondisi ini membuat para petani hanya bisa pasrah. Tanaman yang sebelumnya masih sempat diselamatkan, kini sudah tidak mungkin dijangkau karena berada di zona merah yang sangat berbahaya dan rawan longsor susulan.
Pihak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan intensif. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan teknis besar karena masih dalam tahap penelitian mendalam.
Petugas dari Kementerian PU, Mulyadi, mengungkapkan bahwa pihaknya harus ekstra hati-hati dalam menentukan langkah mitigasi mengingat skala kerusakan tanah yang sangat luas.
"Kami masih melakukan kajian teknis untuk menentukan metode penanganan yang paling tepat dan aman. Area terdampak terus dipantau untuk mengantisipasi longsor susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu," ujar Mulyadi.
Petugas gabungan telah memasang batas pengaman agar warga tidak mendekat ke bibir sinkhole. Ancaman pergerakan tanah yang dinamis membuat area di sekitar lubang raksasa tersebut menjadi sangat tidak stabil.
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi yang dapat mempercepat proses abrasi tanah di dalam lubang tersebut.
Original Article




