GenPI.co - Ketua BEM UGM Yogyakarta Tiyo Ardianto merespons terkait teror yang didapatkannya, seusai memprotes pemerintahan Prabowo Subianto.
Tiyo memprotes pemerintahan Prabowo Subianto yang gagal memberi jaminan hak dasar anak, karena adanya peristiwa siswa SD di NTT bunuh diri.
Tiyo melalui akun Instagramnya, di @tiyoardianto_ menyatakan dia dan BEM UGM tidak akan takut menghadapi teror.
"Selama terus lahir orang-orang waras di Republik ini, selama itulah penguasa yang zalim tidak akan hidup tenang," tulisnya, dikutip Jumat (13/2).
Dia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan dukungan dan memastikan dirinya baik-baik saja.
"Terima kasih untuk Rakyat Indonesia, berkat cahaya doa Anda semua, Saya masih baik-baik saja," demikian pernyataannya.
Teror yang didapatkan Tiyo, berupa ancaman penulikan dari nomor dengan kode Inggris, empat hari seusai BEM menyampaikan kritik ke Prabowo.
Pelaku teror melalui WhatsApp tersebut, menuding Tiyo merupakan agen asing dan sedang mencari panggung.
Sebelumnya, seorang siswa SD di NTT bunuh diri dengan cara gantung diri. Tubuhnya ditemukan pada Kamis (29/1).
Berdasar penyelidikan awal kepolisian, motif anak SD melakukan tindakan tersebut, karena masalah ekonomi. (*)
Jangan lewatkan video populer ini:




