Desa-desa di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, diterjang banjir bandang pada Rabu sore (11/2). Momen sebuah mobil di Desa Cijayanti hanyut terbawa air deras terekam kamera.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan mengapa daerah dataran tinggi tersebut (200-450 mdpl) bisa kebanjiran.
"Di Cijayanti itu setiap hujan deras, air meluap, lalu masuk ke jalan," ujar Rudy saat ditanya wartawan di Masjid Nurul Wathon, Cibinong, Bogor, pada Kamis malam (12/2).
Maka mulai tadi malam, menurut Rudy, pihaknya sudah menyiapkan beberapa alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum untuk menormalisasi sungai, setu, hingga drainase.
"Salah satunya adalah kita Pemda Kabupaten Bogor hari ini sudah memiliki amfibius sendiri, lalu punya tongkang, sudah kita geser semuanya ke waduk atau setu," kata Rudy.
Kendati kewenangan atas normalisasi waduk atau setu itu ada di BBWS dan PSDA, "Tapi karena menyangkut keberlangsungan keselamatan orang banyak, maka kami Pemda Kabupaten Bogor mengambil alih apa yang bisa kami lakukan terlebih dahulu," ujarnya.
"Sehingga kita lakukan beberapa normalisasi sungai maupun setu, sehingga pada saat beberapa hari ke depan intensitas hujan masih tinggi, meminimalisir terjadinya banjir kembali," ujar Rudy.
"Termasuk drainase. Dinas Pekerjaan Umum bahu-membahu setiap hari membuka beberapa drainase yang tertutup, saluran air yang tersumbat, bukan hanya di wilayah Babakan Madang, tapi di 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor," kata Rudy.





