Bagian Tubuh yang Tetap Hidup setelah Ajal Menjemput Menurut Sains

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi mayat. (Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak orang mengira ketika seseorang meninggal dunia, seluruh bagian tubuhnya langsung berhenti berfungsi secara bersamaan. Namun menurut penjelasan sains yang dikutip BBC Science, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Secara biologis, kematian terjadi bertahap. Beberapa organ memang berhenti bekerja dalam hitungan menit, tetapi ada bagian tubuh lain yang masih bertahan hidup jauh lebih lama dari yang dibayangkan.

Baca: 5 Kalimat Penyesalan yang Diungkapkan Pasien Menjelang Kematian

Otak dan sel saraf merupakan organ yang paling cepat mati. Keduanya membutuhkan suplai oksigen secara konstan.

Begitu pernapasan berhenti dan aliran oksigen terputus, sel-sel otak mulai mati hanya dalam hitungan menit. Inilah sebabnya henti napas atau henti jantung yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan kerusakan otak permanen dalam waktu sangat singkat.

Setelah otak, organ vital lain mulai berhenti secara bertahap. Jantung menjadi organ berikutnya yang tak lagi berfungsi. Tanpa aliran darah, organ-organ lain ikut terdampak.

Baca: BPOM Temukan Madu Berbahaya Bisa Picu Gagal Jantung, Ini Mereknya

Hati, ginjal, dan pankreas masih dapat bertahan sekitar satu jam setelah kematian. Yang mengejutkan, beberapa jaringan tubuh justru bisa bertahan lebih lama. Kulit, tendon, katup jantung, hingga kornea mata diketahui masih hidup bahkan setelah satu hari.

Bagian tubuh yang paling lama bertahan adalah sel darah putih. Berbeda dengan organ yang bergantung penuh pada suplai oksigen dan aliran darah, sel darah putih lebih "mandiri". Menurut penjelasan ilmiah tersebut, sel darah putih dapat tetap aktif hingga hampir tiga hari setelah kematian.

Temuan ini menunjukkan, kematian biologis bukanlah satu momen tunggal, melainkan proses bertahap. Setiap organ dan jaringan memiliki ketahanan berbeda terhadap kekurangan oksigen dan suplai energi.

Penjelasan ini memberi gambaran bagaimana ilmu kedokteran memahami batas hidup dan mati, serta mengapa prosedur seperti transplantasi organ dan penelitian forensik sangat bergantung pada faktor waktu. Dengan kata lain, ketika ajal menjemput, tubuh manusia tidak mati dalam satu detik. Sebagian bagiannya masih bertahan, bekerja dalam diam, sebelum akhirnya benar-benar berhenti.



(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Souto: Meski Ditaklukan Iran, Kita Didukung Seluruh Dunia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengaduan Konsumen di Sektor E-Commerce Melonjak Tajam, Pakar IPB: Perlindungan masih Lemah
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Gugatan Muktamar PPP 2025 Berlanjut, Mardiono Dianggap Tak Sah Jadi Ketum
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
Prabowo Terima Delegasi Pakistan Bahas Pertahanan, Investasi hingga KTT D8
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Menko Polkam Perketat Pengamanan Bandara Koroway Usai Penembakan Smart Air
• 39 menit laludetik.com
thumb
Link Live Streaming Super League Hari Ini: Persik Kediri vs PSIM Yogyakarta
• 5 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.