Gus Ipul Ultimatum ASN: Jangan karena Bukan Tugasnya, Enggak Mau Ikut Cek Data

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengingatkan semua ASN Kementerian Sosial untuk memahami tugas mereka masing-masing. Salah satu yang jadi tantangan saat ini, yakni pemutakhiran atau pembaharuan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Gus Ipul mengatakan, akurasi data sangat penting. Dengan jumlah petugas yang terbatas, seharusnya semua ASN khususnya di Kemensos bisa berperan sebagai petugas yang melaporkan bila menemukan warga yang butuh bantuan.

"Dalam kesempatan yang baik ini saya ingin mengajak seluruh jajaran Kementerian Sosial untuk mau dan bersedia berjihad, dalam tanda kutip, menghadirkan data yang akurat dengan menyisihkan sedikit waktu dan pikiran ikut pemutakhiran data, tidak hanya Pusdatin, tidak hanya Linjamsos, tetapi seluruh jajaran Kementerian Sosial bisa ikut terlibat dalam pemutakhiran data," kata Gus Ipul di Gedung Kemensos, Jakarta, Jumat (13/2).

"Caranya seperti apa? Jangan sampai kita sosialisasi ke mana-mana sementara pegawai di lingkungan Kementerian Sosial tidak paham bagaimana memutakhirkan data gara-gara hanya bukan bidang tugasnya," tambah dia.

Gus Ipul mengingatkan ada jalur formal lewat RT, RW, sampai ke musyawarah desa, musyawarah kelurahan, Dinas Sosial, BPS kabupaten/kota, pendamping PKH, lalu ditetapkan oleh bupati-wali kota baru naik ke atas.

Lalu, lewat jalur partisipasi. Ini yang bisa gunakan siapa saja termasuk pegawai Kemensos untuk terlibat dalam jalur partisipasi.

Jalur ini bisa lewat aplikasi SIKS-NG, Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation. Ada juga jalur aplikasi Cek Bansos.

"Jangan sampai ada pegawai Kementerian Sosial yang tidak paham Cek Bansos, tidak pernah membuka Cek Bansos. Karena melalui Cek Bansos kita bisa memperbaiki data kita, kita bisa ikut usul, bisa ikut menyanggah," tutur dia.

"Ketika teman-teman saudara-saudara sekalian memberikan usul dan menyanggah seseorang yang seharusnya dapet atau seharusnya tidak dapet itu adalah ibadah yang luar biasa sebab data bukan sekadar angka tapi di sana ada keadilan," imbuh dia.

Lalu, ada pula call center 021 171 yang beroperasi selama 24 jam. Februari ini, kata Gus Ipul, ada juga WA lapor bansos dari Kemensos dengan nomor 08877171171.

"Jangan-jangan di antara kita enggak tahu kalau ada call center ini, tidak paham kalau ada call center ini. Catat baik-baik dan sebarkan sebarkan sebagai bagian dari ibadah kita," tegas dia.

"Nggak bisa bantu lewat harta lewat pikiran, enggak bisa lewat pikiran lewat tenaga dan tenaga yang paling sederhana adalah manfaatkan tangan ibu-bapak sekalian ya untuk berjihad, dalam tanda kutip, membantu saudara-saudara kita yang menjadi bagian dari the invisible people," ucap dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasto PDIP Tegaskan Bencana Adalah Teguran atas Kebijakan Masa Lalu, Harus Evaluasi Total!
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Hari Ini, Kerry Anak Riza Chalid Bakal Hadapi Tuntutan Kasus Minyak Mentah
• 15 jam lalukompas.com
thumb
KB Bank dan Surge Jalin Kerja Sama Pembiayaan Internet Rakyat 5G FWA 1,4GHz
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Pertamina Geothermal (PGEO) Sediakan Green Hydrogen untuk Kelistrikan Terminal LPG Tanjung Sekong
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
KPK Usut Rangkap Jabatan Kepala KPP Banjarmasin di 12 Perusahaan
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.