Presiden Prabowo Subianto membidik pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam beberapa tahun ke depan. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, mesin belanja pemerintah, investasi swasta, serta ekspor akan digerakkan secara simultan untuk mempercepat laju ekonomi nasional.
Dalam paparannya pada agenda Indonesia Economic Outlook 2026, Airlangga menyebut di tengah perlambatan global, ekonomi Indonesia tetap menunjukkan daya tahan yang kuat. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi dunia cenderung stagnan di kisaran 3 persen berdasarkan proyeksi lembaga internasional pada 2025–2026, bahkan perdagangan global diperkirakan hanya tumbuh sekitar 2,4 persen.
Indonesia mampu mencatatkan kinerja relatif unggul. Pada kuartal IV, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan (year on year/yoy) mencapai 5,11 persen, tertinggi kedua di G20 setelah India. Pertumbuhan tersebut ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen.
“Kalau kita lihat pertumbuhan kita yang secara year on year 5,11 persen, ini didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh kuat sebesar 4,98 persen,” ujar Airlangga di Wisma Danantara, Jumat (13/2).
Ia menjelaskan, konsumsi yang solid mencerminkan efektivitas stimulus ekonomi, stabilitas harga, serta meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode hari besar keagamaan. Momentum ini berlanjut karena kuartal IV dan kuartal I berurutan diwarnai hari besar, termasuk Idul Fitri yang secara historis mendongkrak pertumbuhan.
Dari sisi investasi, pembentukan modal tetap bruto tumbuh 5,09 persen. Belanja modal pemerintah bahkan melonjak 44,2 persen, menunjukkan akselerasi realisasi proyek dan program prioritas. Belanja pemerintah juga berperan sebagai shock absorber di tengah risiko perlambatan global.
Kinerja eksternal turut menguat. Ekspor pada kuartal IV tumbuh 7,03 persen, ditopang peningkatan nilai dan volume ekspor. Sektor pariwisata juga pulih signifikan, dengan kunjungan wisatawan meningkat 10 persen sepanjang 2025. Perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,2 miliar perjalanan, tumbuh 17,55 persen dibanding 2024.
Secara sektoral, pertanian tumbuh 5,03 persen, industri pengolahan 5,3 persen, sementara transportasi, pergudangan, akomodasi, serta makanan-minuman tumbuh di atas 7 persen. Di sisi sosial, tingkat kemiskinan turun menjadi 8,25 persen, rasio gini membaik ke 0,36, dan pengangguran terbuka turun menjadi 4,74 persen dengan tambahan 2,71 juta tenaga kerja terserap.
Untuk 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen dengan potensi hingga 5,6 persen. Sektor prioritas meliputi pertanian, manufaktur, digital, dan energi. Berbagai program seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, serta program 3 Juta Rumah diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru dan memperluas penciptaan lapangan kerja.
Meski demikian, pemerintah juga memasang target jangka menengah yang lebih ambisius. Airlangga menegaskan bahwa untuk mencapai pertumbuhan 8 persen, diperlukan reformasi struktural berkelanjutan.
“Bapak Presiden dan para undangan yang kami hormati, untuk mencapai target pertumbuhan yang diharapkan oleh Bapak Presiden yang menjadi target yaitu 8 persen pertumbuhan, kita perlu melakukan reformasi struktural secara terus menerus,” katanya.
Ia mengibaratkan perekonomian Indonesia seperti pesawat yang bersiap lepas landas setelah sempat tertahan pada krisis 1998. “Nah, sekarang kita akan take off dalam dua tahun ke depan,” ujarnya.
Airlangga menjelaskan, mesin produksi akan digerakkan oleh belanja pemerintah, investasi swasta, serta peran Danantara. Sementara dari sisi permintaan, konsumsi masyarakat dan ekspor menjadi penggerak utama.
“Tentu mesin produksi, baik itu belanja pemerintah maupun investasi pelaku usaha, dan Danantara, ini menjadi engine yang harus bergerak secara harmonis. Kemudian kebijakan yang juga terprediksi, dan sistem keuangan baik bank maupun pasar finansial yang lebih dalam,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembukaan akses pasar ekspor melalui berbagai perjanjian dagang diyakini memperbesar peluang pertumbuhan. Bahkan, di sektor tekstil, pembukaan pasar secara luas diperkirakan dapat meningkatkan ekspor hingga 10 kali lipat dalam 10 tahun ke depan.





