LAMONGAN (Realita)- Lima yatim piatu bersaudara, yakni Muhammad Ichsanul Fathoni (28), Ikhwanul Muqorobin (22), Farikahtul Adawiya (17), Muhulin Nuha (13) dan Maisa Amita Tamanna (6), asal Desa Sidokumpul, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, kini bisa bernafas lega, setelah mendapat bantuan tempat tinggal yang dihimpun dari oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cakrawala Keadilan.
"Mereka hidup di rumah kontrakan yang kondisinya tidak layak. Sehingga kami berusaha untuk membantunya," kata pria kelahiran Paciran, Lamongan itu, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Renovasi Atap Rumah Warga Jeruklegi Wetan dan Santuni Puluhan Anak Yatim
Ketua LSM Cakrawala Keadilan, Hillal Ahmar, menjelaskan pasca kedua orang tuanya meninggal dunia, lima bersaudara tersebut tinggal disebuah rumah kontrakan yang kondisinya sangat memprihatinkan. Hal itu menarik perhatiannya, hingga terdorong untuk membantu mencarikan tempat tinggal.
"setelah kita koordinasi dengan beberapa pihak, baik dari Kecamatan Paciran, Pemerintah Desa Sidokumpul, dan masyarakat sekitar, kita diberikan ijin untuk mendirikan sebuah rumah tinggal untuk mereka, diatas Tanah Negara yang ada di Desa Sidokumpul," jelasnya.
Lebih lanjut, Hillal menyampaikan terkait anggaran pembangunan, dihimpun dari uang pribadi masing-masing anggota LSM Cakrawala Keadilan, masyarakat, dan para dermawan.
Baca juga: Menjelang Lebaran, Dmall Depok Tebarkan Kebahagiaan untuk Anak Yatim Piatu
"Ucapan terima kasih kepada Kades Sidokumpul, MUSPIKA Paciran, Mas Lutfi (Ceo PT. Singing Nusantara), Masyarakat Peduli Sedayu (MPS), Masyarakat Sidokumpul, khususnya seluruh anggota LSM Cakrawala Keadilan, serta para dermawan, atas partisipasinya membantu lima yatim piatu bersaudara itu. Sehingga pada hari ini (12/2/2026) kami bisa menyelesaikan pembangunan rumah mereka dan siap ditempati," tutur Hillal.
Untuk diketahui, keseharian lima yatim piatu bersaudara warga Desa Sidokumpul, Kecamatan Paciran itu berbeda. Dua diantaranya yakni Muhammad Ichsanul Fathoni dan Ikhwanul Muqorobin, terpaksa putus sekolah dan bekerja melaut, lantaran harus membiayai hidup ketiga adeknya yang duduk dibangku kelas XII SMA, dan kelas VIII SMP.
Sedangkan yang paling bungsu, Maisa Amita Tamanna, yang masih duduk dibangku Taman Kanak-kanak, kini tinggal dan dirawat orang lain yang mau menjadi orang tua asuhnya.
Baca juga: Rasa Simpati Seorang Pj Wali Kota beserta Isteri ke Anak Yatim dan Warga Prasejahtera
Dengan bantuan tempat tinggal baru saat ini, kini empat dari lima bersaudara itu, bisa hidup lebih nyaman tanpa berfikir mencari biaya kontrakan rumah.
Reporter: M. Yusuf Al Ghoni
Editor : Redaksi





