Gandeng Kejagung, Krakatau Steel Perkuat Mitigasi Risiko dalam Proyek Nasional

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group memperkuat komitmen terhadap kepastian hukum dan tata kelola perusahaan yang baik. Salah satunya dengan menggandeng Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kejagung dan Krakatau Steel ini sebagai strategi mitigasi risiko di tengah transformasi BUMN di bawah Badan Pengelola Investasi Danantara, serta pelaksanaan proyek hilirisasi nasional. Selain aspek legal, pertemuan ini menekankan pentingnya Good Corporate Governance (GCG) dalam mengelola kegiatan operasional maupun investasi.
  Mitigasi Risiko Industri Baja
Menyadari kompleksitas transformasi industri baja nasional, Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, memandang pendampingan hukum profesional sebagai bagian tak terpisahkan dari penguatan fundamental perusahaan dalam program KS Reborn. Dinamika hukum perdata dan tata usaha negara yang menyertai aspek bisnis menuntut adanya mitigasi risiko yang matang.
 
Menurut dia, kerja sama dengan Jamdatun memberikan pendampingan hukum dan pendapat hukum yang diperlukan dalam setiap pengambilan keputusan strategis, guna memastikan seluruh langkah korporasi sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Langkah ini akan meningkatkan kepercayaan investor dan mitra usaha, serta memastikan transformasi Krakatau Steel berjalan berkelanjutan demi mewujudkan industri baja nasional yang kompetitif di kancah global,” ujar Akbar dalam keterangannya, Jumat, 13 Februari 2026.


Ilustrasi, gulungan baja. Foto- dok Krakatau Posco
  Hilirisasi Pasir Besi & Nikel
Hilirisasi dua komoditas strategis, pasir besi dan nickel ore (pembangunan pabrik stainless steel) dengan estimasi investasi mencapai Rp30 triliun bukan sekadar proyek tambahan, melainkan peluang emas (golden opportunity) bagi Krakatau Steel (KS) untuk melakukan lompatan besar (leapfrogging) dari sekadar produsen baja konvensional menjadi pemain kunci dalam rantai pasok industri strategis global.
  Baca Juga:  Konsumsi Baja Nasional Tumbuh 5,3% Per Tahun
 
Sinergi bersama Jamdatun adalah langkah proaktif perusahaan untuk memastikan setiap milestone investasi strategis ini tercapai secara akuntabel, sekaligus menetapkan standar praktik tata kelola bagi keberhasilan proyek strategis BUMN di masa depan. Integritas sebagai Fondasi Transformasi
Jamdatun R. Narendra Jatna memberikan pesan kuat mengenai aspek Attitude sebagai landasan transformasi. Menanggapi hal tersebut, Akbar Djohan menekankan kepemimpinan di KS tidak hanya soal kompetensi, tapi karakter.
 
"Direksi digaji oleh rakyat. Amanah ini harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Dengan pengawalan Jamdatun, kami berkomitmen menjadikan Krakatau Steel sebagai role model BUMN yang dari sebelumnya dianggap beban, menjadi perusahaan contoh yang on track dan compliant," ujar Akbar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kondisi Terkini 13 Penumpang Smart Air yang Selamat dari Penembakan KKB
• 16 jam laludetik.com
thumb
Meksiko Kirim 897 Ton Bantuan ke Kuba di Tengah Krisis Bahan Bakar dan Tekanan Tarif AS
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Hari Ini, Kerry Anak Riza Chalid Bakal Hadapi Tuntutan Kasus Minyak Mentah
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Niat Gasak HP ASN di Tengah Gemerlap Imlek di Bundaran HI, Pria Paruh Baya Diciduk
• 5 jam lalusuara.com
thumb
Harga Emas di Gerai Pegadaian Naik Berjamaah pada 14 Februari 2026, Simak!
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.